Usung Nuansa Modern, Batik Indonesia Rutin Tampil di New York Fashion Week

ASIAWORLDVIEW – Alleira Batik Indonesia menjadi salah satu label fashion nasional yang secara konsisten membawa batik ke panggung New York Fashion Week (NYFW). Penampilan perdana dalam format Indonesia Now atau Indonesian Diversity pada musim gugur/dingin 2019. Kehadiran tersebut penting karena batik tidak diposisikan semata sebagai busana tradisional.

Zaka Hamzah, CEO PT Alleira Batik Indonesia, yang ikut tergabung dalam Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia atau HIPPINDO menunjukkan batik tidak hanya untuk acara formal, melainkan sebagai material kreatif yang dapat diolah menjadi pakaian siap pakai. Bahkan, bertransformasi dengan siluet modern, ringan, dan relevan bagi pasar internasional.

“Kami memperlihatkan cara motif batik Indonesia diterjemahkan dalam bahasa fesyen kontemporer—melalui potongan yang lebih fleksibel, warna yang disesuaikan dengan selera global,” ia mengatakan dalam Bincang Wastra Bersama HIPPINDO, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: Yosafat Dwi Kurniawan Menggebrak Langham Fashion Soiree dengan Revolusi Siluet

Alleira turut memperluas persepsi bahwa batik dapat hadir dalam keseharian, tidak terbatas pada seragam, busana seremoni, atau pakaian dengan bentuk konservatif. Koleksi tersebut menghadirkan penggunaan batik pada busana, aksesori, tas, hingga perhiasan.

“Setelah 2019, sempat terhenti karena Covid-19, kemudian 2022, 2023 dan kembali pada 2024,” ia menambahkan.

Pada 2024, Alleira mengikuti NYFW untuk kali ketiga dan memperkenalkan koleksi bertajuk Fusion Attractive, yang memadukan batik dengan tenun dalam sekitar 10 tampilan busana siap pakai. Koleksi ini mengarah pada gaya yang lebih edgy dan playful, namun tetap mempertahankan karakter ringan serta kemudahan pakai.

“Alleira untuk menjaga batik sebagai identitas utama, seraya menyesuaikan proporsi, styling, dan fungsi pakaian dengan ritme pasar fashion urban di Amerika Serikat,” ia menambahkan.

Eksistensi Alleira berlanjut pada panggung NYFW musim semi/panas 2025 yang berlangsung pada September 2024. Dalam kesempatan itu, Alleira berkolaborasi dengan Adith melalui lini Alleira Batik x UC Silver by Adith, sekaligus memperluas presentasi batik ke ranah aksesori dan perhiasan.

Koleksinya mengambil inspirasi dari tenun Rongkong Sulawesi dan sentuhan estetika Bridgerton, sehingga mempertemukan tekstil Nusantara dengan referensi gaya yang familiar bagi audiens global. Pendekatan ini menunjukkan bahwa diplomasi budaya melalui mode tidak harus dilakukan melalui pengulangan motif tradisional secara literal.

Kekuatan sebuah brand terletak pada kemampuannya menafsirkan warisan tekstil dengan narasi, desain, dan kolaborasi yang dapat dibaca oleh konsumen lintas negara. Keterlibatan Alleira dalam berbagai edisi NYFW juga memperkuat posisi batik sebagai bagian dari percakapan mode global, bukan sekadar produk cendera mata atau komoditas budaya yang berhenti pada simbolisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *