Pemerintah Dorong Sektor Kreatif Serap 1,5 Juta Orang per Tahun

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya

ASIAWORLDVIEW Kementerian Ekonomi Kreatif Indonesia menekankan bahwa sektor ekonomi kreatif dapat menjadi solusi strategis bagi tingginya angka pengangguran di kalangan Generasi Z dan Milenial. Hal ini menunjukkan adanya keselarasan antara karakteristik sektor kreatif dengan preferensi generasi muda yang cenderung mencari pekerjaan berbasis passion, fleksibilitas, dan peluang penghasilan kompetitif.

Menteri Teuku Riefky Harsya mengungkapkan bahwa 82 persen dari 7,5 juta pengangguran berasal dari dua kelompok generasi tersebut. Sementara 63 persen pekerja di sektor kreatif juga didominasi oleh mereka.

“Sektor ekonomi kreatif dapat berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran terbuka, di mana 82 persen di antaranya adalah Generasi Z dan Milenial,” katanya.

Baca Juga: Menperin Agus Gumiwang Resmi Buka Indo Startup Expo 2026, Motor Transformasi Ekonomi dan Digital

Ia menjelaskan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki karakteristik yang selaras dengan preferensi generasi muda saat ini. Selain itu, menawarkan fleksibilitas, serta memberikan peluang penghasilan yang kompetitif.

Sektor ekonomi kreatif juga memiliki kapasitas yang terus tumbuh dalam menyerap tenaga kerja, dengan sekitar 1 hingga 1,5 juta orang memasuki sektor ini setiap tahun. Kaum muda dalam pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya diposisikan sebagai sasaran pembangunan, tambahnya, tetapi juga sebagai aktor kunci yang menciptakan karya dan membangun usaha baru.

“Setiap tahun, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa antara 1 juta hingga 1,5 juta orang memasuki sektor ekonomi kreatif,” ia menambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *