Bitcoin Kokoh di Atas USD64.000, Tahan Tekanan Geopolitik

Bitcoin

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan yang menguat dan bertahan kokoh di atas level psikologis USD64.000, meskipun dibayangi oleh ketegangan geopolitik dan tekanan dari pasar keuangan tradisional. Berdasarkan data dari berbagai platform pemantau aset kripto pada pagi hari, Bitcoin diperdagangkan di kisaran yang relatif stabil, mencerminkan fase konsolidasi yang sedang berlangsung.

Kapitalisasi pasar mencapai USD1,29 triliun. Sumber lain seperti Investor.id mencatat harga yang sedikit lebih tinggi di USD64.660 pada pukul 06.40 WIB, menguat 0,51%, sementara KuCoin menempatkan BTC di USD64.725,3 dengan kenaikan 0,3%. Bitcoin juga dilaporkan sempat menyentuh angka USD64.686 menurut CoinGecko, hanya berjarak sekitar USD300 dari level psikologis USD65.000 yang sangat dinantikan.

Bitcoin menunjukkan ketahanan yang luar biasa di tengah badai makroekonomi yang melanda pasar tradisional. Di saat indeks saham AS seperti Nasdaq dan S&P 500 justru tertekan—masing-masing turun 1,33% dan 0,69%—Bitcoin justru berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau.

Baca Juga: Bitcoin Masuki Fase Sinyal, Hadapi Ancaman Rantai Ganda

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS 30 tahun melonjak ke level tertinggi sejak 2007 di angka 5,337%, sementara harga minyak mentah Brent bertahan di sekitar US$91 per barel akibat ketegangan di Timur Tengah yang tak kunjung reda. Ketegangan geopolitik ini, terutama kebuntuan negosiasi antara AS dan Iran serta blokade di Selat Hormuz yang masih berlangsung, seharusnya menjadi tekanan besar bagi aset berisiko seperti Bitcoin. Namun, para analis melihat bahwa aset kripto ini mulai menunjukkan perilaku yang lebih independen dari aset risiko tradisional, bahkan mulai berkorelasi lebih kuat dengan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Di balik ketahanan harga, ada sejumlah sentimen positif yang turut menopang pergerakan Bitcoin. Dari sisi institusional, BlackRock, manajer aset terbesar dunia, kembali menegaskan rekomendasinya untuk mengalokasikan 1% hingga 2% dari portofolio investasi ke Bitcoin. Meskipun persentase ini tampak kecil, jika diterapkan oleh dana pensiun besar, perusahaan asuransi, dan lembaga keuangan lainnya, potensi aliran dana jangka panjang ke pasar kripto bisa sangat signifikan. Selain itu, raksasa perbankan Citigroup dikabarkan akan meluncurkan layanan kustodian Bitcoin untuk klien institusional melalui platform Custody+ pada akhir tahun ini. Langkah ini akan semakin memudahkan lembaga keuangan tradisional untuk memasuki pasar kripto dengan tetap mematuhi kepatuhan dan manajemen risiko yang ketat.

Di sisi lain, perilaku para pemegang besar atau “whale” juga menjadi sorotan. Menurut laporan Bloomberg, para whale Bitcoin telah membeli sekitar 43.000 keping BTC senilai sekitar USD2,75 miliar selama 60 hari terakhir. Aktivitas akumulasi ini menunjukkan keyakinan para pemodal besar terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, meskipun harga sedang berada dalam fase konsolidasi. Kavita Gupta, pendiri dan mitra umum Delta Blockchain Fund, menilai pergerakan ini bukan sekadar pembelian biasa, melainkan bagian dari strategi yang lebih terencana.

Namun, di balik optimisme tersebut, pasar juga sedang memasuki fase yang menarik untuk dicermati: volatilitas Bitcoin sedang turun ke level terendah dalam beberapa tahun. Galaxy Digital mencatat bahwa volatilitas aktual Bitcoin telah menurun selama 30 hari berturut-turut dan mendekati rekor terendah sepanjang masa.

Alex Thorn, kepala riset Galaxy Digital, menggambarkan kondisi ini seperti “pegas yang tertekan yang bisa melenting kapan saja”. Fase volatilitas rendah ini biasanya menjadi pertanda bahwa pasar sedang menunggu katalis besar untuk menentukan arah selanjutnya—apakah akan terjadi breakout ke atas menembus US$65.000, atau koreksi yang lebih dalam. Open interest (OI) Bitcoin juga berada di dekat level terendah sepanjang masa, yang mengindikasikan berkurangnya aktivitas spekulatif dan proses deleveraging yang sedang berlangsung.

Infografis Bitcoin 19 Agustus 2026
Infografis Bitcoin 19 Agustus 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *