ASIAWORLDVIEW – Konsumsi suplemen yang diklaim dapat mendukung penuaan sehat atau memperpanjang umur memang menjadi tren besar, tetapi tantangannya adalah memilah mana yang benar-benar memiliki dasar ilmiah kuat dan mana yang sekadar populer karena pemasaran. Para ahli umur panjang menekankan bahwa hanya sedikit suplemen yang memiliki bukti konsisten dari penelitian klinis maupun epidemiologis.
Vitamin yang tak boleh dilewatkan yaitu D. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi suplemen vitamin D sekitar 2.000 I.U. setiap hari dapat memperlambat laju penuaan sel-sel Anda.
“Vitamin D adalah suplemen yang didukung oleh bukti kuat, meskipun manfaatnya terutama terasa jika Anda memang mengalami defisiensi (yang dialami oleh sekitar 40% orang Amerika),” kata Hillary Lin, MD, seorang dokter lulusan Stanford yang berfokus pada umur panjang dan salah satu pendiri CareCore, mengutip Health, Selasa (18/8/2026).
Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit terkait usia seperti penyakit Alzheimer, gangguan kognitif, penyakit Parkinson, dan kanker.
Baca Juga: Kesadaran Kesehatan Masyarakat Indonesia Bergeser, Vitamin Kini Jadi Gaya Hidup Sehari-hari
Jangan lupakan protein. Kehilangan massa otot terkait usia yang dialami orang sekitar usia 60 tahun dapat memengaruhi fungsi fisik, meningkatkan risiko rawat inap, dan menyebabkan hilangnya kemandirian.
Banyak orang mengonsumsi protein jauh lebih sedikit daripada yang mereka butuhkan untuk mempertahankan atau menambah massa otot. Studi menunjukkan bahwa menggabungkan suplemen protein dengan gaya hidup aktif dapat membantu orang lanjut usia membangun massa otot.4
Tak lupa Asam Lemak Omega-3. Beberapa uji klinis menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dapat memperlambat penuaan biologis hingga empat bulan, terutama bila dikombinasikan dengan vitamin D dan olahraga.
“Asam lemak omega-3 adalah rekomendasi yang paling sering saya berikan, mengingat manfaat anti-inflamasinya dan dukungannya terhadap kesehatan kardiovaskular,” kata Lin.
Kandungan yang terkadang terlupakan tapi ternyata penting untuk tubuh. Kekurangan magnesium umum terjadi pada usia lanjut dan dapat meningkatkan peradangan serta radikal bebas, yang telah dikaitkan dengan penyakit terkait usia dan proses penuaan.
Mengonsumsi suplemen magnesium untuk menjaga keseimbangan magnesium yang optimal dapat berkontribusi pada penuaan yang sehat.9 Dalam penelitian pada hewan, konsumsi magnesium terbukti meningkatkan umur panjang, tetapi hal ini belum terbukti pada manusia.10
Namun, Lin mencatat bahwa ia secara pribadi merekomendasikan suplemen seperti magnesium untuk mendukung penuaan yang sehat bagi beberapa pasiennya karena suplemen tersebut memiliki “mekanisme yang masuk akal, data manusia yang signifikan, dan profil risiko yang rendah.”
