ASIAWORLDVIEW – Yacht atau kapal pesiar mulai populer di Indonesia karena kombinasi antara keindahan alam nusantara dan meningkatnya minat wisatawan kelas atas terhadap pengalaman eksklusif. Destinasi seperti Komodo, Raja Ampat, dan Flores menjadi magnet utama bagi charter yacht, terutama phinisi tradisional yang dipadukan dengan fasilitas modern.
Pemerintah juga mulai gencar mengembangkan jenis pariwisata ini. Selain meningkatkan kunjungan wisata premium, juga mendorong destinasi wisata maritim.
“Indonesia berupaya mengembangkan pariwisata kapal pesiar untuk memperkuat ekosistem pariwisata maritimnya, menarik wisatawan dengan nilai tambah yang lebih tinggi, serta meningkatkan daya saing,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Baca Juga: Tumbuh 13,14%, Wisata Bisnis dan Liburan Dorong Lonjakan Pariwisata di Indonesia
Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan pariwisata kapal pesiar karena merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan terletak di dalam Segitiga Karang, pusat keanekaragaman hayati laut global. Ia mengatakan bahwa pariwisata kapal pesiar merupakan salah satu dari tiga pilar pariwisata maritim berkualitas, bersama dengan kapal pesiar (cruise) dan selam.
“Pengembangan sektor ini akan membutuhkan kolaborasi antara pelaku industri, investor, masyarakat, instansi pemerintah, dan pemangku kepentingan pariwisata guna membangun industri yang kompetitif,” ia menambahkan dalam sambutannya di INSA Yacht Festival 2026 di Bali.
Kerja sama semacam itu dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata maritim terkemuka sekaligus menyebarkan manfaat ekonomi ke seluruh industri dan masyarakat terkait, ujarnya.
“Kami berharap kerja sama ini akan menghasilkan dampak yang lebih luas—mulai dari peningkatan kedatangan wisatawan dan stimulasi industri pelayaran, marina, galangan kapal, serta UMKM, hingga penciptaan lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir,” pungkasnya.
