Ikon Kuliner Dunia Tengah Viral, Keindahan Sederhana Tiramisu

Tiramisu

ASIAWORLDVIEW – Di antara gemerlap dunia kuliner yang terus berputar, tiramisu telah menjadi semacam bintang yang tak pernah pudar. Apalagi dalam genggaman generasi milenial dan Gen Z yang haus akan konten visual dan inovasi rasa.

Sebelum menjadi primadona di linimasa Instagram dan TikTok, tiramisu lahir dari sebuah cerita sederhana di kota Treviso, Italia, pada tahun 1970-an. Kala itu, di restoran Le Beccherie, seorang koki menciptakan resep yang tak pernah ia duga akan mendunia: lapisan ladyfinger yang direndam dalam espresso pahit, diselingi dengan krim mascarpone yang lembut, kuning telur, gula, dan sentuhan akhir bubuk kakao yang pahit nan elegan, Asia World View mengutip dari Insider, Sabtu (8/8/2026).

Nama “tiramisu” sendiri berasal dari frasa Italia “tirami sù” yang berarti “angkat aku”—sebuah metafora yang indah untuk efek menyegarkan yang diberikan oleh kombinasi kafein dan gula, sekaligus menjadi penghormatan terhadap tradisi masyarakat Veneto yang biasa membuat sbatudin, minuman kuning telur kocok dengan gula, sebagai penambah energi para pekerja.

Baca Juga: Tips Pintar Pilih Camilan, Memanjakan Lidah Tapi Sehat

Kini, tiramisu menjelma menjadi kanvas bagi kreativitas kuliner yang tak terbatas. Di media sosial, camilan muncul dalam berbagai rupa, dari croissant tiramisu yang renyah di luar, lembut di dalam, hingga es krim tiramisu yang meleleh di mulut.

Bahkan cake roll yang dipenuhi krim mascarpone hingga minuman tiramisu yang segar dan instagramable. Inovasi rasa pun tak kalah berani; matcha, red velvet, dan potongan buah-buahan segar hadir sebagai “kostum” baru yang memikat generasi muda, menjadikannya konten yang mudah viral dan selalu layak diabadikan.

Visualnya yang fotogenik—dengan lapisan krim yang halus dan taburan kakao yang dramatis—adalah magnet bagi para pencinta estetika, membuatnya selalu menjadi primadona di setiap unggahan kuliner.

Namun, di balik semua variasi modern yang eksperimental itu, ada pesona sederhana dari tiramisu klasik yang tak pernah lekang oleh waktu. Tiramisu asli, dengan savoiardi yang disiram espresso, krim mascarpone yang kaya, dan kakao pahit yang menyeimbangkan manis, tetap menjadi standar emas bagi para purist.

Proses pembuatannya yang tidak memerlukan ovev. Cukup didinginkan, menjadikannya salah satu dessert yang paling mudah dibuat, namun hasilnya selalu terasa seperti hidangan yang mewah dan penuh cinta. Popularitas tiramisu di era digital bukanlah akhir dari tradisi, melainkan bukti bahwa makanan yang baik akan selalu menemukan cara untuk berevolusi dan tetap relevan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *