ASIAWORLDVIEW – Pelantikan pengurus Asosiasi Startup for Industry Indonesia (STARFINDO) periode 2026–2029 yang berlangsung pada 6 Agustus 2026 menjadi momentum penting bagi ekosistem startup industri nasional. Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang serta Plh. Direktur Jenderal IKMA Adie Rochmanto. Ini menandakan dukungan penuh pemerintah terhadap peran STARFINDO sebagai mitra strategis dalam mempercepat adopsi teknologi di sektor industri.
Di bawah kepemimpinan Maulana Wiga sebagai Ketua Umum, STARFINDO menargetkan penguatan ekosistem startup melalui akses pembiayaan, perluasan kemitraan internasional, dan konsolidasi tata kelola berbasis digital. Sebagai asosiasi yang lahir dari alumni program Startup4Industry yang telah dijalankan Kementerian Perindustrian sejak 2018, STARFINDO memiliki posisi unik sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat adopsi teknologi di sektor industri.
“Saya ingin memperkuat ekosistem startup nasional dengan fokus pada perluasan kemitraan internasional, serta penguatan peran asosiasi dalam mendukung pertumbuhan startup. Semoga startup Indonesia tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga mampu masuk ke rantai pasok global,” ia mengatakan.
Baca Juga: Maulana Wiga Pimpin STARFINDO, Bawa Industri Startup Naik Kelas
Visi besar yang diusung adalah menjadikan STARFINDO sebagai “rumah inovasi industri Indonesia sekaligus jembatan menuju pasar dunia”, dengan target agar startup Indonesia tidak hanya tumbuh di dalam negeri tetapi juga mampu menjadi bagian dari rantai pasok global.
Secara struktural, kepengurusan baru STARFINDO mengusung agenda konsolidasi organisasi melalui modernisasi tata kelola yang mengadopsi sistem digital dan manajemen berbasis data untuk meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan sekaligus memperkuat akuntabilitas.
Di sisi eksternal, asosiasi ini akan memperluas kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah hingga pelaku industri. Bahkan, menggandeng komunitas startup untuk mempercepat hilirisasi inovasi dan adopsi teknologi di sektor industri.
Langkah ini sejalan dengan misi STARFINDO yang tidak hanya berperan sebagai organisasi profesi, tetapi juga menjadi penghubung bagi startup nasional untuk memperluas akses ke pasar internasional. Dengan lebih dari 1.300 alumni di bidang Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT), STARFINDO memiliki basis kekuatan yang signifikan untuk mendorong transformasi digital di sektor industri nasional.
Pelantikan ini juga menjadi penegasan bahwa ekosistem startup industri di Indonesia memasuki fase baru yang lebih terstruktur dan terintegrasi dengan kebijakan pemerintah. Kolaborasi yang telah terjalin dengan berbagai mitra strategis, termasuk kemitraan dengan raksasa teknologi global Arrow Electronics untuk mendukung pengembangan AIoT dan Electric Vehicle Technology, menunjukkan bahwa STARFINDO bergerak tidak hanya sebagai wadah internal tetapi juga sebagai aktor penting dalam ekosistem bisnis dan sosial yang lebih luas.
