ASIAWORLDVIEW – Veo 3 benar-benar menggebrak dunia kreatif digital. Diluncurkan di Google I/O 2025, model Artificial Intelligence (AI) video generasi terbaru dari Google ini telah memicu gelombang konten viral—dari klip surealis hingga reimaginasi sejarah yang sinematik.
Mulai dari mengeksplorasi suara saat memotong apel kaca, hingga penampakan Bigfoot yang misterius. Imajinasi Anda adalah batas dalam berkreasi dengan foto dan video di Gemini.
“Kreasi-kreasi luar biasa inilah yang memotivasi kami, tim Veo 3, melakukan apa yang kami lakukan–dan mengapa kami memperluas akses Veo 3 kepada lebih banyak orang di seluruh dunia,” tulis Google dalam keteranganya yang dikutip Asiaworldview.com, Jumat (4/7/2025).
Baca Juga: Google Diam-Diam Meluncurkan AI Edge Gallery
Platform seperti YouTube Shorts dan Canva mulai mengintegrasikan Veo 3 untuk memperkaya pengalaman pengguna. Bahkan, komunitas global telah membanjiri media sosial dengan video AI yang menghibur, eksperimental, dan kadang absurd—seperti Bigfoot belanja di Delhi atau apel kaca yang dipotong dengan pisau laser.
“Kami selalu memastikan penggunaan AI dalam proses pembuatan video tetap aman dan bertanggung jawab. Hal ini termasuk melakukan berbagai pengujian ketat dan dan evaluasi berkala. Selain itu, kami memiliki pedoman untuk mencegah pembuatan konten yang berbahaya atau tidak pantas,” tambahnya.
Setiap video yang Anda buat dari foto, akan otomatis diberi watermark atau tanda khusus, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi menggunakan teknologi SynthID, sebagai indikasi bahwa video tersebut dibuat oleh AI.
Veo 3 kini tersedia secara global, termasuk di Indonesia, dan dapat diakses melalui langganan Google AI Pro di aplikasi Gemini. Biayanya sekitar Rp309.000 per bulan, tapi saat ini ada promo gratis 1 bulan untuk semua pengguna di Indonesia—tanpa perlu akun mahasiswa.
