Bitcoin Sideways di USD63.000, Extreme Fear Dominasi Pasar Kripto

Bitcoin

ASIAWORLDVIEW – Pergerakan harga Bitcoin (BTC) hari ini, Selasa (4/8/2026), menunjukkan gejala konsolidasi atau “sideways” yang cukup kentara, bertahan dalam rentang harga yang sempit di sekitar level psikologis USD63.000. Meskipun pasar saham Amerika Serikat (AS) pada hari sebelumnya mencatatkan reli yang kuat—didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kinerja gemilang saham-saham teknologi besar—pasar kripto justru bergerak dengan laju yang lambat, menunjukkan adanya disconnect atau pemisahan sentimen antara kedua kelas aset ini.

BTC memulai hari di level sekitar USD63.497. Pada titik terendahnya, harga sempat menyentuh USD62.643 sebelum rebound. Sementara itu, pada puncaknya, BTC sempat menembus level USD64.000 pada dini hari, dengan harga tertinggi tercatat di USD63.990.

Kabar bahwa perusahaan yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin terbesar di dunia, Strategy (d/h MicroStrategy), kembali menjual sebagian kepemilikan BTC-nya menjadi sentimen negatif yang signifikan. Mereka dilaporkan menjual 1.637 BTC senilai sekitar USD102,4 juta pada pekan lalu.

Baca Juga: Altcoin Melemah, Ethereum Justru Berhasil Bertahan

Aksi jual dari “paus” (whale) ini menahan laju kenaikan harga dan menekan psikologi pasar. Analis menilai langkah ini sebagai upaya perusahaan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas, seperti pembayaran dividen saham preferen, yang memberikan sinyal bahwa bahkan pemegang terbesar pun mungkin membutuhkan uang tunai di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Ketidakpastian regulasi masih membayangi pasar. Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk aset digital, yang dikenal sebagai CLARITY Act, masih tertahan di Senat AS dan tidak kunjung masuk agenda pembahasan. Kekhawatiran akan penundaan atau kegagalan pengesahan aturan yang lebih jelas ini diyakini menjadi salah satu faktor yang membebani sentimen investor, karena mereka menunggu kepastian hukum sebelum melakukan aksi beli yang lebih agresif.

Meskipun Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan ke Iran dan membuka peluang negosiasi—yang memicu penurunan harga minyak dan reli di pasar saham—para pelaku pasar kripto tampaknya ingin melihat bukti yang lebih nyata dari proses negosiasi tersebut. Mereka memilih untuk menunggu kejelasan lebih lanjut sebelum mengambil posisi besar, yang menyebabkan volume dan volatilitas Bitcoin relatif rendah

Indikator sentimen juga mengonfirmasi suasana hati-hati ini. Indeks Fear and Greed (Indeks Ketakutan dan Keserakahan) untuk Bitcoin turun menjadi 25, yang berada dalam zona “Ketakutan Ekstrem” (Extreme Fear). Ini menunjukkan bahwa meskipun harga bertahan, para pelaku pasar masih diliputi kekhawatiran.

Aktivitas di pasar derivatif (kontrak berjangka) juga menunjukkan gejolak. Dalam 24 jam terakhir, terjadi likuidasi (force sell) senilai total USD242 juta, dengan lebih dari 64.000 trader terkena dampaknya. Menariknya, likuidasi terjadi di kedua sisi pasar (long dan short), yang mengindikasikan adanya perang posisi dan volatilitas harga yang cukup untuk menjebak kedua belah pihak, alih-alih pergerakan tren yang jelas. Secara teknikal, Bitcoin masih diperdagangkan 5,1% di bawah titik tertingginya dalam 14 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *