ASIAWORLDVIEW – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menggariskan empat arah strategis untuk mempertahankan momentum dan memperkuat peran sektor jasa keuangan (FSS). Hal ini dilakukan dalam mendukung pembangunan nasional dan program prioritas pemerintah.
“Arah pertama berfokus pada mengoptimalkan kontribusi sektor keuangan terhadap program-program prioritas pemerintah,” kata Ketua Dewan Komisaris OJK Mahendra Siregar menyatakan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta,
Ini termasuk dukungan untuk inisiatif Makanan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan 3 juta unit perumahan untuk keluarga berpenghasilan rendah (MBR), dan pengembangan komoditas unggulan daerah. Selain itu, OJK menyediakan fleksibilitas pembiayaan untuk mendorong sektor ekspor di masa depan.
Baca Juga: OJK Laporkan Sektor Perbankan Relatif Stabil di Tengah Isu Trump Tariff
Ini melibatkan pendalaman pasar keuangan, memperluas akses melalui inisiatif literasi dan inklusi keuangan—termasuk keuangan digital—dan menyediakan akses yang lebih luas melalui instrumen keuangan yang terdiversifikasi. Upaya-upaya ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih.
Arah strategis ketiga adalah memperkuat kapasitas dan pengawasan sektor keuangan. Menurut Mahendra, ini termasuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperbaiki pengawasan, mendorong konsolidasi industri, dan mengintegrasikan teknologi pengawasan ke dalam proses pengawasan.
“Terakhir adalah meningkatkan penegakan integritas dan perlindungan konsumen di sektor keuangan. Ini termasuk memperbaiki ekosistem penegakan integritas keuangan melalui kerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait,” jelasnya,
OJK juga meningkatkan kinerja Satuan Tugas Pemberantasan Kegiatan Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan Pusat Anti-Scam Indonesia (IASC).
Regulator sedang mengembangkan basis data penipu terintegrasi dan menerapkan strategi anti-penipuan di seluruh lembaga keuangan.
“Prioritas utama kami untuk pengembangan sektor keuangan telah ditentukan dan akan dilaksanakan melalui program-program terarah hingga 2027–2028, dengan hasil konkret untuk setiap segmen,” kata Mahendra.
