ASIAWORLDVIEW – Butter tteok di Jakarta bukan sekadar camilan biasa. Kemunculannya adalah puncak dari gelombang besar budaya Korea yang mengguncang dunia,. Ini menjadi makanan yang bikin kecanduan, sebuah simfoni sempurna antara pengaruh K-Pop dan drama Korea yang mendunia dengan selera lokal yang haus akan hal baru.
Butter tteok saat ini tengah viral di Indonesia, bahkan menempati posisi teratas pencarian di Shopee, Selasa (8/7/2026). Popularitasnya didorong oleh tren kuliner Korea yang terus berkembang, tekstur unik yang chewy di dalam namun crunchy di luar, serta rasa kaya mentega yang membuatnya berbeda dari dessert lain.
Fenomena ini berakar pada kemampuan butter tteok untuk memanjakan lidah. Ini adalah inovasi modern dari tteok, kue beras tradisional Korea yang sudah dikenal kenyal. Namun, butter tteok membawanya ke level yang lebih tinggi dengan tambahan mentega, susu, dan krim premium.
Hasilnya adalah pengalaman tekstur yang kontras dan memuaskan: bagian luar yang digoreng atau dipanggang hingga renyah dan keemasan, sementara bagian dalamnya tetap kenyal, lembut, dan “chewy” seperti mochi. Perpaduan rasa gurih dari mentega dan manis yang legit ini menciptakan cita rasa yang sulit dilupakan.
Baca Juga: Merayakan Natal dengan Nuansa Tropis dan Sentuhan Makanan Unik
Kesuksesan butter tteok tidak lepas dari peran media sosial yang masif. Tampilannya yang fotogenik, terutama varian berbentuk beruang atau kerang, menjadikannya konten yang sempurna untuk Instagram dan TikTok.
Setiap unggahan dari para food enthusiast dan influencer semakin memicu rasa penasaran dan keinginan untuk mencoba, menciptakan efek bola salju yang mendorongnya ke puncah tren.
Di balik tekstur chewy yang memuaskan itu, aroma mentega yang hangat menyelinap keluar dari setiap serat kue beras, menciptakan harmoni gurih yang membungkus lidah seperti selimut tipis di pagi hari yang sejuk.
Tidak perlu topping atau saus yang ribet; kekayaan rasa justru terletak pada kesederhanaannya, di mana gurihnya mentega beradu halus dengan manis alami tepung beras, membuat setiap suapan terasa sebagai pelukan lembut bagi jiwa yang lelah setelah sepekan berjibaku dengan rutinitas.
