Tips Aman Anak Nikmati Liburan di Luar Ruangan Saat Polusi Udara Tinggi

Anak perempuan memegang masker tengah batuk.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Menjaga anak saat bermain di luar ruangan di tengah polusi udara membutuhkan perhatian ekstra agar aktivitas tetap menyenangkan sekaligus aman bagi kesehatan mereka. Orang tua sebaiknya memilih waktu bermain pada pagi atau sore hari ketika kualitas udara relatif lebih baik, serta menghindari jam-jam sibuk lalu lintas yang biasanya meningkatkan kadar polutan.

“Anak perlu dibekali dengan perlindungan fisik seperti masker khusus anak yang nyaman dan efektif menyaring partikel, serta pakaian yang menutup tubuh untuk mengurangi paparan langsung,” sebut Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI dr. Cynthia Centauri, Sp.A., Subsp.Respi.(K).

Ia menyarankan orang tua untuk mengecek Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebelum mengajak anak beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, penting untuk membatasi durasi bermain di luar ruangan agar tidak terlalu lama terpapar polusi, dan memastikan anak tetap terhidrasi dengan cukup minum air.

“Setelah bermain, segera ajak anak membersihkan diri dengan mencuci tangan, wajah, dan berganti pakaian agar sisa polutan tidak menempel terlalu lama,” ia menambahkan.

Orang tua disarankan untuk menghindarkan anak dari paparan asap rokok maupun rokok elektronik, yang sama-sama menghasilkan zat yang dapat menyebabkan masalah pernapasan. Kegiatan membakar sampah di lingkungan permukiman dapat menimbulkan dampak serius terhadap kualitas udara dan kesehatan si kecil.

Baca Juga: Bekasi Jadi Episentrum Polusi dan Krisis Iklim, Ancaman Kesehatan Intai Masyarakat

“Asap hasil pembakaran sampah mengandung berbagai zat berbahaya seperti PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, serta logam berat. Partikel halus PM2.5 mampu masuk jauh ke dalam paru-paru dan bahkan ke aliran darah, sehingga meningkatkan risiko gangguan pernapasan, asma, hingga penyakit kardiovaskular,” jelasnya.

Karbon monoksida dapat mengurangi kemampuan darah membawa oksigen, yang berbahaya terutama bagi anak-anak dengan sistem pernapasan yang masih berkembang. Sementara itu, paparan nitrogen dioksida dan sulfur dioksida dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, batuk, serta memperburuk kondisi alergi. Logam berat dalam asap juga berpotensi menumpuk di tubuh dan memengaruhi perkembangan organ vital.

“Anak-anak lebih rentan terhadap polusi ini karena mereka bernapas lebih cepat dibanding orang dewasa dan sering beraktivitas di luar ruangan,” jelasnya.

Orang tua juga dapat mengombinasikan aktivitas luar ruangan, tambahnya, dengan permainan indoor yang kreatif. Anak tetap aktif bergerak tanpa harus selalu berhadapan dengan risiko polusi.

“Anak bisa tetap menikmati kebebasan bermain sambil menjaga kesehatan pernapasan dan daya tahan tubuh mereka,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *