IHSG Melemah Tipis di 5.640, Investor Asing Lanjutkan Aksi Jual

Memantau pergerakan saham.(Pexel)

ASIAWORLDVIEW Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka melemah tipis, Rabu (1/7/2026), di level 5.640,61 atau turun 0,05% dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.643,19. Sepanjang sesi pagi, indeks bergerak fluktuatif dengan level tertinggi mencapai 5.705 dan terendah 5.638.

Tekanan jual asing masih cukup besar. Tercatat net sell sebesar Rp1,21 triliun, terutama pada saham-saham unggulan seperti BBCA, BBRI, BMRI, ASII, dan AADI.

IHSG masih berada dalam pola downtrend channel dan diperdagangkan di bawah EMA10, EMA20, serta EMA50, menandakan tren jangka pendek masih bearish. Area support utama berada di kisaran 5.500–5.600, dengan potensi pelemahan lebih lanjut hingga 5.317 jika tekanan jual berlanjut. Sementara itu, resistance berada di level 5.800–5.950 yang menjadi area penting untuk rebound.

Baca Juga: IHSG Menguat Tipis, Level 6.000 Jadi Resistance Psikologis

IHSG masih dalam tekanan. Namun peluang rebound tetap terbuka berkat dukungan penguatan bursa global. Investor disarankan mencermati level support. Kondisi ini bisa terjadi dengan memanfaatkan momentum koreksi untuk masuk ke saham-saham pilihan dengan prospek jangka menengah yang lebih baik.

Dari sisi sentimen global, bursa Wall Street semalam menguat dengan Nasdaq naik 1,52% dan Dow Jones mencetak all-time high, memberi peluang rebound bagi IHSG. Namun, bursa Asia bergerak mixed: Nikkei 225 Jepang naik 0,86% sedangkan Hang Seng Hong Kong turun 0,63%. Investor lokal masih berhati-hati karena tekanan jual asing dan pelemahan tajam sehari sebelumnya.

Untuk rekomendasi perdagangan, sejumlah saham dinilai menarik dengan strategi buy on weakness. Di antaranya BIPI dengan target Rp117–Rp125, VKTR target Rp480–Rp490, ESSA target Rp530–Rp550, HRTA target Rp1.725–Rp1.735, PTBA target Rp2.320–Rp2.360, dan RAJA target Rp3.700–Rp3.900.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *