ASIAWORLDVIEW – Jumlah pengguna Quick Response Code Indonesia Standard, atau QRIS di Indonesia pada Februari 2026 telah menembus angka 60 juta orang, sesuai dengan target Bank Indonesia untuk tahun tersebut. Selain itu, jumlah merchant yang menerima QRIS mencapai sekitar 45 juta, dengan 90% di antaranya berasal dari sektor UMKM.
Pencapaian ini menunjukkan betapa masifnya adopsi QRIS sebagai sistem pembayaran digital nasional, yang tidak hanya memudahkan konsumen dalam bertransaksi, tetapi juga memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha kecil. Bank Indonesia menargetkan volume transaksi QRIS mencapai 17 miliar sepanjang 2026, sebuah angka yang mencerminkan pertumbuhan pesat ekosistem pembayaran digital di tanah air.
“Maybank Indonesia mendukung penerapan QRIS dan transformasi pembayaran digital sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem transaksi di Indonesia,” Ade Rangkoto, Head of Transaction Banking Maybank Indonesia, menegaskan dalam Journalist Fellowship 2026 dalam sesi Transaction Banking (TB) & Global Markets.
Baca Juga: Maybank Indonesia Jadi Mitra Strategis Pengusaha Kecil, Solusi Pembiayaan Inklusif
Menurutnya, QRIS menjadi solusi praktis yang memungkinkan masyarakat dan pelaku usaha, termasuk UMKM. Pelaku usaha bisa menerima pembayaran digital dengan lebih mudah, cepat, dan aman melalui satu kode QR yang terintegrasi lintas bank dan penyedia layanan.
“Ini sejalan dengan visi Maybank untuk mendorong inklusi keuangan dan memperluas akses layanan perbankan modern ke seluruh lapisan masyarakat,” ia menambahkan.
QRIS juga memperkuat efisiensi transaksi dan mempercepat peralihan menuju cashless society. Rata-rata transaksi digital harian di Indonesia saat ini mencapai 47 juta, dengan proyeksi melonjak hingga 150 juta transaksi per hari pada 2030. Hal ini menegaskan bahwa QRIS bukan hanya sekadar alat pembayaran, tetapi juga fondasi penting dalam transformasi digital ekonomi Indonesia, memperkuat daya saing nasional, dan membuka peluang integrasi lebih luas dengan ekosistem keuangan global.
Selain itu, Maybank mengintegrasikan QRIS ke dalam layanan Transaction Banking dan platform digitalnya, sehingga nasabah korporasi maupun ritel dapat mengakses solusi end-to-end yang lebih transparan, cepat, dan aman. Transformasi ini tidak hanya mendukung program Bank Indonesia dalam memperluas penggunaan pembayaran digital, tetapi juga memperkuat posisi Maybank sebagai mitra strategis bagi dunia usaha.
“Dengan mengedepankan prinsip ESG, Maybank memastikan bahwa setiap inovasi pembayaran digital yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada efisiensi finansial, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan sosial dan lingkungan,” pungkasnya.
