Harga Bitcoin Pulih Seiring Gencatan Senjata AS–Iran

Bitcoin

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin kembali menembus level psikologis USD75.000 setelah sempat turun. Kenaikan harga BTC di atas level ini didorong oleh laporan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran kemungkinan akan diperpanjang hingga 60 hari.

Menurut data TradingView, BTC sebelumnya turun secara signifikan di bawah USD75.000. Hal itu karena SEC menunda keputusannya mengenai saham yang ditokenisasi akibat kekhawatiran regulasi.

Harga Bitcoin pulih di atas level ini, menyusul laporan Financial Times bahwa AS dan Iran mendekati kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari, menurut para mediator.

Baca Juga: Kadaluwarsa Opsi Bitcoin Picu Likuidasi USD2 Miliar

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa ketentuan kesepakatan akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap dan komitmen untuk membahas penanganan uranium yang telah diperkaya Iran.

Sebagai imbalan, AS akan melonggarkan blokade pelabuhan Iran dan menyetujui pencabutan sanksi sambil mencairkan aset Iran di luar negeri. Langkah ini menjadi kabar positif bagi harga Bitcoin, karena Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa AS dapat segera menyerang Iran untuk memaksa negara tersebut menandatangani kesepakatan.

Presiden Trump sebelumnya menunda serangan baru terhadap Iran pada awal pekan ini atas permintaan para pemimpin dari Arab Saudi, Qatar, dan UEA..

Harga BTC berpotensi mengalami volatilitas lebih lanjut hari ini, karena Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada New York Post bahwa mungkin ada kabar terbaru hari ini, meskipun ia masih ragu. Namun, ia menambahkan bahwa kemajuan telah dicapai dan saat ini mereka sedang bekerja untuk menyempurnakan kesepakatan.

Data Polymarket menunjukkan peluang 39% tercapainya kesepakatan damai AS-Iran pada 35 Juni, dengan peluang tersebut meningkat seiring perkembangan terbaru ini. Sementara itu, ada peluang 59% bahwa kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan damai pada 31 Juli.