ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin hari ini, Jumat (22/5/20260, berada di kisaran Rp1,364 miliar hingga Rp1,376 miliar per koin, atau sekitar USD 77.589–78.750. Dalam 24 jam terakhir, pergerakan harga menunjukkan kenaikan tipis antara 0,19% hingga 3,06%, meski secara mingguan masih mencatat penurunan sekitar 4,27%.
Dengan kapitalisasi pasar kripto global mencapai USD 2,59 triliun, dominasi Bitcoin tetap kuat di angka 60,7%. Angka ini menegaskan posisinya sebagai aset digital utama.
Namun, tren harga ini tidak berdiri sendiri; sejumlah faktor eksternal memengaruhi dinamika pasar. Notulen rapat terbaru The Fed menunjukkan sikap hawkish, membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan jika inflasi tetap tinggi. Hal ini menekan aset berisiko, termasuk kripto, karena investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang lebih aman.
Baca Juga: Bitcoin Turun ke USD78.000, Investor Alami Kerugian
Di sisi lain, penurunan harga minyak Brent di bawah USD 108 per barel memberi sedikit ruang lega bagi pasar risiko, meski belum cukup untuk memulihkan kepercayaan secara penuh. Sentimen investor juga masih rapuh setelah volatilitas besar tahun lalu, sehingga meski ada rebound, banyak pelaku pasar tetap berhati-hati.
Kondisi ini menciptakan dinamika yang kompleks: Bitcoin menunjukkan ketahanan jangka pendek, tetapi tetap rentan terhadap tekanan makroekonomi global dan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Pergerakan harga hari ini mencerminkan keseimbangan rapuh antara optimisme pemulihan dan kekhawatiran akan risiko eksternal yang masih membayangi. Investor berharap aset digital ini selalu bullish.
