ASIAWORLDVIEW – Cuaca panas memicu gatal terutama karena biang keringat, ruam matahari, dan alergi panas. Meski biasanya tidak berbahaya, kondisi ini bisa sangat mengganggu dan berisiko infeksi jika tidak ditangani dengan baik. Menjaga kebersihan kulit, memilih pakaian yang tepat, serta menggunakan produk perawatan kulit yang sesuai adalah langkah utama untuk mencegah dan meredakan gatal akibat panas.
Namun bagi sebagian orang, dampaknya melampaui paparan sinar matahari biasa. Kulit mereka mengalami ruam yang menyakitkan, gatal-gatal, atau rasa gatal yang hebat hanya karena panas itu sendiri meski memakai pelindung matahari.
Reaksi ini bukanlah alergi sejati, melainkan merupakan gejala dari beberapa kondisi medis spesifik yang tidak disadari oleh banyak penderitanya bahwa kondisi tersebut memiliki nama dan pengobatan.
Mengutip Dr. Yvonne Hines dari Hines Dermatology Associates di Attleboro, Massachusetts, menjelaskan “alergi panas” sebenarnya merupakan beberapa kondisi yang berbeda. Ini kondisi umum adalah urtikaria kolinergik, yang menyebabkan ruam kecil yang sangat gatal saat suhu tubuh Anda naik. Ruam ini biasanya muncul di dada dan lengan atas, tetapi dapat menyebar ke seluruh tubuh.
Baca Juga: Tanda-Tanda Heatstroke pada Anak yang Harus Diwaspadai
Reaksi kulit lain yang dipicu panas meliputi miliaria, juga dikenal sebagai ruam panas atau prickly heat, yang terjadi saat saluran keringat tersumbat, serta erupsi cahaya polimorfik, reaksi sensitif terhadap sinar matahari yang memburuk saat cuaca panas.
Berbeda dengan alergi sejati yang melibatkan antibodi imunoglobulin E (IgE), sebagian besar reaksi kulit akibat panas melibatkan mekanisme yang berbeda. Kulit Anda secara teknis tidak “alergi” terhadap panas, tetapi gejalanya terasa sama tidak nyamannya.
Sebagian besar orang dengan kulit sensitif terhadap panas memiliki sel mast yang secara alami terlalu aktif, sehingga melepaskan histamin dengan mudah saat dipicu oleh perubahan suhu. Akibatnya, terjadi peradangan, kemerahan, dan gatal saat cuaca panas.
Saat cuaca panas disaranlan memakai pakaian yang ringan dan longgar yang terbuat dari serat alami. Hal ini membantu meminimalkan keringat dan gesekan. Tetap terhidrasi mendukung regulasi suhu alami kulit Anda.
Selain itu, mandi atau kompres dengan air dingin membantu menurunkan suhu tubuh sekaligus menenangkan kulit yang teriritasi. Jangan lupa segera membersihkan keringat dan mengganti pakaian jika sudah basah, karena keringat yang menumpuk bisa menyumbat pori-pori dan memperburuk ruam.
Untuk perawatan kulit, penggunaan gel lidah buaya atau losion calamine dapat memberikan efek menenangkan dan mengurangi rasa gatal. Sangat disarankan untuk tidak menggaruk area gatal, karena hal itu bisa memperparah ruam atau bahkan menyebabkan luka terbuka yang berisiko infeksi. Penggunaan sunscreen SPF 30–50 membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV yang dapat memperburuk iritasi.
Namun jika terus berlanjut memerlukan perhatian medis jika sangat memengaruhi kualitas hidup Anda atau jika pengobatan yang dijual bebas (OTC) gagal menghilangkan rasa gatal. Gejala yang tetap ada meskipun menghindari panas, atau yang disertai kesulitan bernapas, memerlukan perawatan segera.
