ASIAWORLDVIEW – Fanny Ghassani mengungkapkan kecintaannya pada olahraga golf. Menurutnya, bukanlah sekadar hobi, sebagai bagian dari gaya hidup aktif yang dijalaninya. Keasyikannya bermain golf didukung penuh oleh perangkat teknologi mutakhir, yaitu HUAWEI Watch Fit 5 Pro.
“HUAWEI ini dengan setia menemani aku di setiap ayunan, bisa melacak performa dengan sangat detail dan akurat berkat fitur Ultra-Sport yang terintegrasi,” ia mengatakan dalam acara peluncuran HUAWEI Watch Fit 5 Series di Jakarta.
Smartwatch ini dapat mengakses peta lebih dari 17.000 lapangan golf di seluruh dunia, yang secara otomatis membantunya dalam mengatur strategi permainan, sekaligus memantau detak jantung, pembakaran kalori, dan tekanan darah secara real-time.
Lebih jauh, perangkat ini juga memiliki fungsi pemantauan kesehatan preventif, seperti Diabetes Risk Study, yang membantu menganalisis risiko diabetes melalui perubahan aliran darah mikro, sebuah fitur yang menurutnya sangat krusial untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima di tengah padatnya jadwal syuting dan olahraga.
Baca Juga: HUAWEI Watch Fit 5 Resmi Hadir di Indonesia, Harga Hanya Rp2 Juta-an
Tak hanya fokus pada performa olahraga, Fanny juga sangat memperhatikan penampilan. Ia mengaku bahwa penggunaan TWS Open Ear dari Huawei berhasil meningkatkan rasa percaya dirinya. Desainnya yang unik dan inovatif, yang membebaskan lubang telinga dari sumbatan, memberinya kenyamanan maksimal saat bergerak aktif di lapangan golf maupun dalam keseharian, tanpa khawatir perangkatnya akan mudah terlepas.
Kepercayaan dirinya semakin bersinar karena perangkat ini tidak hanya fungsional, tetapi juga hadir dengan estetika yang stylish dan modern.
“Untuk melengkapi pesona penampilannya, Fanny memadukan gadget canggih tersebut dengan pernak-pernik (aksesoris) cantik dari The Palace,” ia menambahkan.
Apalagi sebagai seorang publik figur yang sadar fashion, ia memilih pernak-pernik tersebut untuk menambah sentuhan gemerlap dan elegan pada gaya olahraganya.
“Ini membuktikan bahwa menjadi aktif secara fisik tidak harus mengorbankan sisi estetika dan feminitas,” pungkasnya.
