ASIAWORLDVIEW – Wabah virus kembali membuat masyarakat dunia khawatir denga keberadaannya. Setelah Covid-19 yang berubah menjadi pandemi, kini muncul Hantavirus.
World Health Organization atau WHO sedang berupaya keras untuk mengendalikan penyebaran hantavirus setelah setidaknya 30 penumpang turun dari kapal pesiar di pulau terpencil Saint Helena di Samudra Atlantik Selatan pada akhir April. Beberapa pasien dalam kondisi kritis dievakuasi melalui udara ke Eropa pekan ini
Para ahli kesehatan menekankan bahwa risiko bagi masyarakat umum rendah, dengan Maria van Kerkhove, direktur kesiapsiagaan epidemi dan pandemi di WHO, menyatakan, “Ini bukan virus corona. Saya ingin menegaskan hal ini; ini bukan SARS-CoV-2 dan bukan awal dari pandemi Covid.”
Bahkan Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan bahwa meskipun kasus baru mungkin muncul, ancaman kesehatan masyarakat yang lebih luas dari wabah ini tetap rendah. Total lima kasus terkonfirmasi telah terdeteksi di antara penumpang kapal pesiar MV Hondius, sementara tiga lainnya diduga.
“Sejauh ini, delapan kasus telah dilaporkan, termasuk tiga kematian. Lima dari delapan kasus tersebut telah dikonfirmasi sebagai hantavirus, dan tiga lainnya dicurigai,” kata Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi, baru-baru ini.
Baca Juga: Tetap Berolahraga Selama Puasa Ramadhan, Yoga Jadi Pilihan Aman
Virus Hanta (Orthohantavirus) adalah virus zoonosis yang terutama ditularkan melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi, seperti tikus dan mencit. Penularan terjadi ketika seseorang terpapar urine, feses, atau air liur (saliva) dari hewan pembawa virus (reservoir) melalui jalur utama yaitu menghirup aerosol virus (penularan melalui udara) yang merupakan cara paling berbahaya dan umum terjadi.
Seseorang bisa terinfeksi ketika menghirup partikel halus yang terkontaminasi di ruang tertutup atau lingkungan dengan infestasi tikus; selain itu, virus juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui kontak langsung, misalnya ketika ekskresi hewan mengenai kulit yang luka atau selaput lendir (mata, hidung, mulut), serta melalui gigitan atau cakaran tikus yang terinfeksi langsung walau lebih jarang terjadi.
Jadi, faktor risiko utama virus Hanta adalah adanya paparan terhadap kotoran dan sarang tikus serta paparan di ruang tertutup dan minim ventilasi , dan dengan memahami mekanisme penularan ini maka pencegahan dapat difokuskan pada pengendalian populasi tikus di lingkungan sekitar serta penggunaan alat pelindung (seperti masker dan sarung tangan) saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi.
