Bitcoin Sideways di Bawah USD80.000, Investor Waspada Volatilitas”

Bitcoin

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) hari ini, Jumat 924/4/2026), berada di kisaran sekitar Rp1,344,813,413 per 1 BTC, dengan perdagangan di level USD78.000 – USD79.000. Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sekitar Rp26,92 kuadriliun, menjadikannya aset kripto dengan dominasi terbesar di pasar.

Aktivitas perdagangan dalam 24 jam terakhir mencapai Rp650,64 triliun, menunjukkan likuiditas yang tetap tinggi.

Saat ini, suplai beredar mencapai 20,01 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, sehingga ruang pertumbuhan suplai semakin terbatas. Kondisi ini menegaskan posisi Bitcoin sebagai aset digital paling bernilai, dengan pergerakan harga yang masih dipengaruhi oleh sentimen pasar global, aksi ambil untung, serta dinamika geopolitik dan regulasi.

Baca Juga: Sentimen Geopolitik dan Short Squeeze Dorong Kenaikan, Bitcoin Bertahan di Atas USD 72.000

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, menambah ketidakpastian global. Bahkan isu blokade minyak di Selat Hormuz juga ikut menambah keterpurukan.

Di sisi lain, faktor institusional dan regulasi turut memainkan peran penting: partisipasi investor besar dan semakin ketatnya pengawasan terhadap aset digital. Kondisi itu membuat pergerakan harga Bitcoin lebih stabil, meskipun tetap rentan terhadap dinamika geopolitik dan kebijakan regulator.

Dalam jangka pendek, harga Bitcoin cenderung bergerak sideways di bawah USD80.000. Potensi koreksi apabila tekanan jual terus berlanjut.

Untuk jangka menengah, momentum bullish masih terlihat. Namun ketegangan geopolitik dan regulasi global bisa menahan laju kenaikan.

Strategi yang disarankan bagi investor adalah tetap berhati-hati terhadap volatilitas tinggi, sambil memantau level support di sekitar USD75.000 dan resistensi di USD80.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *