Jakarta Jadi Barometer Tren Mode, Fashion Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Pemandangan kawasan Sudirman-MH Thamrin di Jakarta.

ASIAWORLDVIEW Jakarta telah menjelma menjadi pusat fashion di Indonesia, bahkan mulai diperhitungkan di tingkat regional. Kota ini memiliki ekosistem kreatif yang kuat, ditopang oleh keberadaan desainer ternama, brand lokal yang berkembang pesat, serta dukungan pemerintah daerah melalui berbagai program ekonomi kreatif.

Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Endrati Fariani. Ia mengatakan, fashion merupakan salah satu subsektor unggulan yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif DKI Jakarta.

“Ini menunjukkan potensi yang sangat kuat untuk terus dikembangkan. Karena itu, kami mendukung berbagai inisiatif, termasuk dari mahasiswa, sebagai ruang untuk mendorong inovasi serta pemanfaatan media dan ruang publik dalam mengampanyekan sustainable fashion,” ia mengatakan.

Baca Juga: Kementerian Ekraf Dorong Fashion Ramah Lingkungan

Peranannya tidak hanya terlihat dari besarnya nilai tambah yang dihasilkan, tetapi juga dari keterlibatan berbagai pelaku industri mulai dari desainer, UMKM, hingga brand besar yang mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Kehadiran pusat perbelanjaan, galeri, dan ajang fashion week internasional di Jakarta semakin memperkuat posisinya sebagai barometer tren mode. Selain itu, tingginya minat masyarakat terhadap produk fashion inovatif dan autentik menjadikan Jakarta sebagai pasar sekaligus laboratorium kreatif, di mana ide-ide baru lahir dan berkembang.

Pertumbuhan subsektor ini mencerminkan tingginya permintaan masyarakat terhadap produk fashion yang inovatif dan berkarakter, sekaligus menunjukkan potensi Jakarta sebagai pusat tren mode nasional. Dengan dukungan ekosistem kreatif yang kuat, fesyen menjadi motor penggerak yang memperkuat daya saing ekonomi kreatif DKI Jakarta di tingkat nasional maupun global.