ASIAWORLDVIEW – Label rating Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform Steam sempat viral karena muncul secara tiba-tiba tanpa penjelasan resmi. Banyak pengguna mengira bahwa sistem rating nasional Indonesia telah diterapkan langsung di Steam. Padahal hal itu terjadi akibat miskomunikasi internal di pihak penyedia layanan distribusi gim.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kemudian memberikan klarifikasi bahwa IGRS memang menjadi standar rating gim di Indonesia. Namun penerapannya di platform internasional seperti Steam harus melalui koordinasi resmi.
“Jadi, tadi pagi mereka (Steam) mengirim email minta maaf karena ada miskomunikasi,” kata Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi Sonny Hendra Sudaryana saat ditemui di Kantor Kemkomdigi di Jakarta Pusat pada Senin (6/4/2026).
Baca Juga: Roblox Taat Aturan Komdigi, Akun Anak di Bawah 16 Tahun Dinonaktifkan
Komdigi menjelaskan bahwa munculnya label rating karena adanya miskomunikasi internal di pihak penyedia layanan distribusi gim tersebut. Label tersebut bukanlah hasil penerapan resmi dari pemerintah Indonesia, melainkan kesalahan teknis yang terjadi dalam sistem internal Steam.
Kasus ini menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas antara regulator dan platform global agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan gamer maupun industri gim.
Label klasifikasi usia yang sebelumnya ditampilkan di Steam. Menurutnya. merupakan hasil penilaian mandiri dari penyedia platform yang belum diverifikasi oleh pemerintah. Klasifikasi gim yang resmi ditampilkan di situs web IGRS.
“Jadi ada satu step (tahap) yang mereka lewatkan. Harusnya kirim report (laporan klasifikasi gim) ke kita, kita baru green light (mengizinkan) untuk mereka naikin uji cobanya,” ia menambahkan.
