ASIAWORLDVIEW – Bagi sebagian orang, mewarnai telur merupakan bagian tak terpisahkan dari Paskah. Ternyata para seniman di Jerman pun meluankan waktu, tenaga dan pikiran untuk menghiasnya.
Para peserta pameran di Festival Eierlei di Leipzig membawa tradisi ini ke level baru, saat para ahli kerajinan dan seni. Mereka menunjukkan apa saja yang bisa dilakukan dengan hiasan yang dianggap “sederhana”.
Setiap akhir Maret 2026, puluhan ilustrator berkumpul di kota Leipzig, Jerman, untuk memamerkan karya mereka. Namun, tidak ada kanvas tradisional yang dipamerkan. Sebaliknya, pertemuan ini sepenuhnya berfokus pada telur, simbol yang erat kaitannya dengan perayaan Paskah.
Banyak di antara mereka menggunakan teknik kerajinan yang berusia berabad-abad dan seringkali diwariskan dari generasi ke generasi. Tahun ini, menurut panitia, seniman dari Jerman, Polandia, Belgia, Republik Ceko, dan Inggris turut berpartisipasi. Mereka memberikan wawasan tentang beragam tradisi dan pendekatan regional.
“Bayangkan seperti ini, setiap seniman memiliki teknik khusus mereka sendiri. Beberapa menggunakan beberapa teknik dan suka menggabungkannya,” jelas penyelenggara Kerstin Dischereit, mengutip kantor berita AP, Minggu (5/4/2026).
Baca Juga: Mengintip Tradisi Paskah Unik dari Berbagai Negara
Diperlukan perhatian yang sangat teliti. Seniman sering menghabiskan hingga sepuluh jam untuk menghias satu butir telur kecil, sementara karya yang lebih besar bisa memakan waktu berminggu-minggu.
Sekitar 8.000 contoh dipamerkan dan terdapat beragam bahan yang digunakan. Selain telur ayam klasik, para peserta pameran menggunakan telur burung parkit, burung puyuh, angsa, dan bahkan telur burung unta.
Seni telur Paskah Sorbia mungkin merupakan salah satu teknik dekorasi paling terkenal, bersama dengan metode seperti pelapisan lilin, pembentukan lilin, penggarukan, atau pengukiran. Tradisi Sorbia hanyalah salah satu dari banyak teknik yang berasal dari berbagai wilayah di Eropa.
Seniman Agnes Martin bekerja berdasarkan model Ukraina: “Telur-telur tersebut diwarnai dalam berbagai rendaman pewarna. Lilin digunakan untuk menutupi area yang akan tetap berwarna. Akhirnya, lilin dilelehkan dan hasilnya siap.”
Metode modern juga ditampilkan. Beberapa peserta menggunakan media campuran untuk kolase dan patung, atau telur bergaya karya Fabergé yang terkenal.
Di antara pameran yang unik adalah “telepon telur” yang terbuat dari cangkang telur atau telur langit, yang menampilkan rasi bintang atau dirancang sebagai globe. Bagi pengunjung, festival ini menyajikan perpaduan antara tradisi yang telah lama hilang dan teknik modern.
