ASIAWORLDVIEW – Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, dan pasar kripto secara umum mengalami kenaikan yang sangat dibutuhkan pada hari Rabu (1/4/2026). Hal ini seiring dengan laporan yang menunjukkan bahwa Uni Emirat Arab bersedia bergabung dengan Amerika Serikat dan sekutunya dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz secara paksa, serta mendesak agar Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi untuk mengesahkannya.
Kondisi tersebut berpotensi meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak yang berkepanjangan akibat perang di Iran yang sedang berlangsung. Sementara, pembukaan kembali Selat Hormuz. Para diplomat juga mendesak sekutu AS, Eropa, dan Asia untuk membentuk koalisi guna menggunakan kekuatan militer, demikian dilaporkan WSJ pada 1 April.
Baca Juga: Harga Bitcoin Stabil, Premi Opsi Tetap Membengkak
Perubahan sikap ini terjadi di tengah serangan berulang dari Iran, yang menempatkan UEA sebagai negara Teluk pertama yang bersedia mengambil peran tempur langsung. Namun, para ahli telah memperingatkan tentang potensi peningkatan serangan dari Iran.
Arab Saudi, UEA, Kuwait, dan Bahrain secara diam-diam mendesak Presiden Trump untuk melanjutkan perang Iran. Negara-negara Teluk menginginkan perubahan signifikan dalam kepemimpinan Iran atau pergeseran drastis dalam perilaku Iran.
Penutupan Selat Hormuz menyebabkan harga minyak Brent naik lebih dari 60%. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi, dan berkontribusi pada volatilitas di pasar global, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya.
