Hati-Hati, Sajian Lebaran Bisa Picu Penyakit Jantung dan Diabetes

Makanan khas Lebaran.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Saat Lebaran, hidangan gurih bersantan seperti opor, rendang, atau ayam gagape, serta kue kering manis seperti nastar dan kastengel memang menggugah selera. Namun konsumsi berlebihan bisa berbahaya bagi kesehatan.

dr. Asri Ramadhani, MARS, Pusat Kesehatan Masyarakat Pengadegan, menjelaskan Santan dan kelapa yang kaya lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol, sehingga berisiko memicu penyakit jantung bila dikonsumsi terlalu banyak.

Sementara itu, kue kering yang tinggi gula dan tepung dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah, meningkatkan risiko diabetes, serta menambah berat badan. Kombinasi makanan tinggi lemak dan gula ini juga bisa membuat tubuh terasa cepat lelah dan memperberat kerja sistem pencernaan. Karena itu, penting untuk menikmati sajian.

Makanan menjadi faktor timbulnya penyakit-penyakit tak menular tersebut. Hal itu karena umumnya hidangan yang disuguhkan ketika Lebaran banyak mengandung santan dan sering dihangatkan, Asiaworldview mengutip Mediakom Kemenkes, Senin (23/3/2026).

Baca Juga: Tips Nyaman Berkendara Jarak Jauh Saat Mudik Lebaran 2026

“Pemanasan berulang ini menjadi lemak jenuh yang menyebabkan kolesterol naik. Makanan yang tersedia,”kata Asri.

Opor ayam bumbu kuning dan ketupat.(freepik)
Opor ayam bumbu kuning dan ketupat.(freepik)

Umumnya makanan Lebaran juga mengandung banyak bumbu, yang biasanya asin. Selain itu, ada kue-kue manis dan aneka hidangan yang gurih-gurih sehingga menyebabkan gula darah dan konsumsi garam jadi berlebih.

Konsumsi santan yang tidak terkontrol berisiko meningkatkan kadar lemak jahat (LDL) di dalam darah.
Apabila keadaan ini tidak terdeteksi dan dibiarkan terus-menerus, maka ia dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius, seperti penyakit jantung koroner (PJK) atau bahkan stroke.

Konsumsi gula berlebih dapat memicu peningkatan kadar gula darah dan jika dibiarkan terus-menerus dapat memicu timbulnya penyakit diabetes melitus.

Asri menyarankan untuk pasien darah tinggi agar membatasi konsumsi garam, yakni satu sendok teh per hari, sehingga tekanan darah dapat terjaga. Pasien diabetes diimbau untuk membatasi konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Misalnya gula pasir dan tepung terigu yang biasanya tersaji dalam kue kering karena dapat meningkatkan kadar gula darah dan bila sering dikonsumsi gula darah menjadi tidak terkontrol.

Menikmati hidangan Lebaran dengan porsi wajar adalah kunci agar tradisi kuliner tetap menyenangkan tanpa mengorbankan kesehatan. Sajian gurih bersantan dan kue manis memang menggoda, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, gula darah naik, dan masalah pencernaan.

Dengan menyeimbangkan menu Lebaran menggunakan buah segar, sayuran, serta cukup air putih, tubuh tetap mendapatkan serat, vitamin, dan hidrasi yang dibutuhkan. Cara ini membantu menjaga energi, mencegah rasa terlalu kenyang, dan membuat perayaan terasa lebih nyaman.