Saham Circle Melonjak 100%, Stablecoin Jadi Primadona Baru

Stablecoin.

ASIAWORLDVIEW – Saham Circle (CRCL), penerbit stablecoin, telah melonjak lebih dari 100% selama sebulan terakhir. Kondisi ini mengubah sektor yang dulu dianggap banyak investor sebagai salah satu segmen paling konservatif di dunia kripto menjadi salah satu instrumen perdagangan terpanas di pasar.

Kenaikan ini semakin menguat pada hari Senin, dengan saham naik 8% lagi menjadi USD124,37, mengungguli saham-saham terkait kripto lainnya. Sementara itu, Strategy milik Michael Saylor (MSTR) dan bursa kripto Coinbase (COIN) masing-masing naik 23% dan 8,5% dalam sebulan.

Pergerakan ini juga bertepatan dengan rekomendasi bullish dari analis. Clear Street menaikkan peringkat Circle menjadi “Buy” dari “Hold” dan menaikkan target harga menjadi USD136 dari USD92, sementara Mizuho juga menaikkan target harga menjadi USD120 dari USD100, mengacu pada perbaikan fundamental seputar stablecoin USDC perusahaan.

Bahkan Ed Engel dari Compass Point, yang sebelumnya paling bearish terhadap Circle, menaikkan peringkat perusahaan menjadi “Neutral” dari “Sell” pada Januari. Saat ini, analis dari Seaport Global adalah yang paling optimis terhadap saham tersebut, dengan target harga $280, menurut data FactSet.

Baca Juga: Circle Pertimbangkan Transaksi USDC yang Bisa Dibatalkan, Tantang Prinsip Blockchain

Lonjakan ini mencerminkan pandangan yang semakin meluas di kalangan investor bahwa Circle berada di pusat beberapa tren kuat yang membentuk industri aset digital, mulai dari produk keuangan yang ditokenisasi hingga pembayaran berbasis AI.

Kondisi makroekonomi mungkin juga berperan. Ketegangan yang meningkat di Iran dan kenaikan harga minyak telah memicu kekhawatiran bahwa inflasi dapat tetap tinggi, berpotensi menunda pemotongan suku bunga Federal Reserve. Skenario tersebut dapat menguntungkan Circle karena perusahaan memperoleh sebagian besar pendapatannya dari bunga atas cadangan yang mendukung USDC, stablecoin yang dipatok ke dolar AS. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya berarti pendapatan yang lebih kuat bagi penerbit stablecoin.

Produk inti Circle adalah USDC, token digital yang dirancang untuk mempertahankan nilai $1. Stablecoin ini beroperasi di blockchain publik dan memungkinkan pengguna mentransfer dolar secara global, menyelesaikan transaksi, dan menyetor jaminan tanpa bergantung pada sistem perbankan tradisional.

Berbeda dengan banyak aset kripto, permintaan terhadap stablecoin seringkali meningkat bahkan saat pasar melemah. Sejak Oktober 2025, kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan telah turun sekitar 44%, sementara kapitalisasi pasar USDC tetap relatif stabil, menurut Clear Street. Perbedaan ini mencerminkan peran USDC sebagai infrastruktur pembayaran, bukan aset spekulatif.

Faktor pendorong lainnya adalah ekspansi cepat aset keuangan yang ditokenisasi, yang membawa instrumen seperti obligasi pemerintah AS dan dana kredit ke jaringan blockchain. Banyak produk ini menggunakan USDC untuk memproses langganan, penebusan, dan pembayaran.

Misalnya, dana Treasury yang ditokenisasi BlackRock, BUIDL, telah tumbuh menjadi lebih dari USD2 miliar dalam aset sejak diluncurkan pada 2024. Clear Street memperkirakan pasar aset yang ditokenisasi telah berkembang dari sekitar USD1,5 miliar pada awal 2023 menjadi sekitar USD26,5 miliar saat ini, sebuah tren yang erat kaitannya dengan meningkatnya permintaan terhadap stablecoin.