Leica Rilis Smartphone, Perkuat Tren Kolaborasi Kamera Tradisional dan Mobile

Leica

ASIAWORLDVIEW – Leica memperkenalkan smartphone baru yang berpotensi semakin mengaburkan batas antara kamera tradisional dan imaging mobile. Leica Leitzphone yang didukung oleh Xiaomi hadir dengan fitur yang beberapa tahun lalu terdengar tidak realistis untuk smartphone.

Perangkat ini menyoroti pergeseran yang lebih luas yang sedang terjadi di industri imaging. Pabrikan kamera semakin memasuki ekosistem smartphone. Tujuannya jelas. Membawa warisan optik, ilmu warna, dan filosofi imaging ke dalam perangkat yang dibawa jutaan orang setiap hari. Sensor gambar berukuran besar 1 inci dikombinasikan dengan teknologi rentang dinamis LOFIC.

Imaging mobile berkembang dengan cepat. Seiring perusahaan seperti Leica dan ARRI mulai memasukkan teknologi mereka ke dalam smartphone, batas antara kamera tradisional dan perangkat mobile perlahan mulai memudar.

Inti dari Leitzphone, modul kamera utamanya yang dibangun di sekitar sensor 1 inci. Untuk standar smartphone, ini adalah sensor yang besar, dan mewakili lompatan signifikan melampaui chip imaging kecil yang historically mendominasi perangkat mobile.

Baca Juga: Jelang Peluncuran Xiaomi 17 Series di Indonesia, Hadir dengan Essential Leica Imagery

Sensor ini mengintegrasikan teknologi LOFIC. LOFIC singkatan dari Lateral Overflow Integration Capacitor. Arsitektur ini memungkinkan piksel menyimpan muatan listrik berlebih saat menerima cahaya yang kuat.

Alih-alih memotong highlight secara langsung, muatan tambahan disimpan sementara dalam kapasitor di samping piksel. Pendekatan ini membantu mempertahankan informasi highlight dan memperluas rentang dinamis dalam adegan dengan kontras yang kuat. Leica merancang smartphone ini sekitar sistem kamera tiga lensa yang terinspirasi dari bahasa desain optiknya.

Konfigurasi ini mencakup kamera ultra-lebar 14 mm, kamera utama 23 mm yang menggunakan sensor 1 inci, dan kamera telefoto periskop yang dibangun sekitar sensor 200 megapiksel besar. Modul telefoto menawarkan zoom optik sekitar 75 mm hingga 100 mm, memberikan rentang fokus yang mirip dengan lensa zoom fotografi kompak.

Fitur unik lainnya adalah cincin kamera fisik yang mengelilingi modul lensa. Cincin ini memungkinkan fotografer mengontrol zoom, ISO, nilai eksposur, kecepatan rana, dan panjang fokus melalui interaksi langsung dengan hardware. Leica jelas berusaha mereplikasi pengalaman fotografi taktil yang mirip dengan mengoperasikan kamera tradisional.

Langkah Leica memasuki pasar smartphone mencerminkan transformasi besar yang terjadi di industri imaging. Kamera smartphone tidak lagi dianggap sebagai kategori konsumen terpisah. Sebaliknya, mereka menjadi platform di mana merek kamera tradisional dapat memperluas teknologi.