ASIAWORLDVIEW – Sanitasi dan higiene masih menjadi tantangan besar di tingkat global, dengan jutaan orang belum memiliki akses terhadap layanan dasar yang aman. Data menunjukkan sekitar 3,4 miliar orang masih kekurangan layanan sanitasi yang layak, termasuk 354 juta orang yang masih melakukan buang air besar sembarangan. Selain itu, 1,7 miliar orang belum memiliki fasilitas higiene dasar di rumah.
Kondisi ini berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Setiap harinya lebih dari 1.000 anak di bawah usia lima tahun meninggal akibat penyakit yang berkaitan dengan air minum tidak aman, sanitasi buruk, dan praktik higiene yang tidak memadai.
LIXIL melalui inisiatif SATO telah berhasil mengirimkan lebih dari 10 juta toilet dan produk higiene tangan ke 59 negara dan kawasan, menjadikannya salah satu model bisnis sosial yang berdampak luas. Dengan fokus pada komunitas yang kurang terlayani, SATO menghadirkan solusi sanitasi dan higiene yang terjangkau sekaligus inovatif.
“Menjangkau 103 juta orang bukanlah garis akhir, melainkan bukti kuat bahwa sektor swasta memainkan peran penting dalam menjawab isu global yang mendesak,” ujar Kinya Seto, CEO LIXIL, dikutip Asiaworldview, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: Kementerian PU Pasok Instalasi Air Bersih dan Sanitasi Layak bagi Pengungsi Bencana di Aceh
“Peningkatan akses terhadap sanitasi dan higiene bukan hanya kebutuhan mendesak, tetapi juga kunci untuk menyelamatkan jutaan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dunia.,” ia menambahkan.
Kegiaatan ini mampu memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas dasar. Jangkauan utamanya berada di Afrika Sub-Sahara, Asia Selatan, dan Asia Tenggara, dengan dampak yang tidak hanya dirasakan di rumah tangga, tetapi juga di fasilitas publik penting seperti sekolah, pusat layanan kesehatan, hingga kamp pengungsian.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen LIXIL dalam mendukung kesehatan, kebersihan, dan kualitas hidup masyarakat global melalui pendekatan berkelanjutan dan inklusif.
