Pemerintah Targetkan Rp53 Triliun dari BINA Lebaran 2026

Menko Airlangga Hartarto.

ASIAWORLDVIEWPemerintah menargetkan transaksi sebesar Rp53 triliun dalam ajang Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 30 Maret 2026. Target ini ditetapkan untuk mendorong konsumsi masyarakat menjelang Idulfitri sekaligus memperkuat perputaran uang di pasar domestik.

“BINA Lebaran 2026 targetnya sekarang Rp53 triliun, ini naik 20 persen dibandingkan tahun yang lalu (2025),” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam peluncuran BINA Lebaran 2026, Jumat (5/3/2026).

Capaian yang diproyeksikan naik 20% dibanding tahun sebelumnya. Program ini diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan bagi sektor ritel, UMKM, dan produk lokal.

Baca Juga: HIPPINDO: BINA Lebaran 2026 Dorong Daya Beli Masyarakat

BINA Lebaran juga menjadi momentum strategis bagi pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional dengan memanfaatkan tradisi belanja besar-besaran menjelang Lebaran sebagai penggerak utama konsumsi rumah tangga.

BINA Lebaran diharapkan mampu menjadi salah satu pemicu daya beli dan konsumsi masyarakat. Selain itu, perputaran ekonomi nasional di kuartal I tahun 2026 (Q1/2026), terlebih berada dalam momentum Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. 

“Kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri. Kemudian selanjutnya tentu kami berharap bahwa momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I. Kuartal I ini kami harus dongkrak, dan harapannya lebih tinggi dari tahun lalu,” ia menambahkan.

HIPPINDO (Himpunan Peritel Indonesia) bersama APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) berharap program BINA Lebaran 2026 dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan di pusat-pusat perbelanjaan. Dengan dukungan lebih dari 400 mal dan gerai yang ikut serta, termasuk di stasiun dan bandara, BINA Lebaran menghadirkan beragam promo dan aktivasi untuk menarik minat masyarakat berbelanja produk lokal.

“Saya lihat dari HIPPINDO maupun dari APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) mudah-mudahan penjualannya juga meningkat, dengan demikian Indonesia bisa memacu untuk pertumbuhan lebih tinggi di tahun 2026,” pungkasnya.