Ginjal Tetap Sehat Saat Puasa, Perhatikan Hidrasi dan Pola Makan Tepat

Umat Islam berdoa saat berbuka puasa.

ASIAWORLDVIEW – Puasa Ramadan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan ginjal bila dijalani dengan pola yang tepat. Saat berpuasa, tubuh mendapat kesempatan untuk beristirahat dari proses metabolisme yang terus-menerus, termasuk kerja ginjal dalam menyaring zat sisa. Dengan menjaga hidrasi yang cukup saat sahur dan berbuka, ginjal tetap mampu menjalankan fungsinya secara optimal.

Dr. Dina Nilasari, Ph.D, Sp.PD, KGH menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan ginjal selama berpuasa dengan memperhatikan pola hidrasi, nutrisi, dan gaya hidup. Menurutnya, saat berpuasa harus tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum cukup air saat sahur dan berbuka.

“Menjaga kesehatan ginjal selama bulan puasa itu dengan minum yang cukup. Tentunya pada saat sahur dan berbuka tidak boleh kita melewatkannya. Menghindari minuman tinggi gula atau berkafein yang dapat memicu dehidrasi,” ia menjelaskan.

Baca Juga: Makna Puasa Ramadan: Latihan Pengendalian Diri dan Peningkatan Iman

Konsumsi makanan seimbang dengan kandungan protein, serat, dan vitamin juga membantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal. Selain itu, membatasi asupan garam dan makanan olahan penting untuk mencegah beban berlebih pada ginjal.

Dr. Dina juga menekankan perlunya mengenali tanda-tanda gangguan ginjal, seperti bengkak atau perubahan frekuensi buang air kecil. Hal ini dilakukan agar dapat segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

“Dengan disiplin menjaga pola makan, hidrasi, dan kesehatan secara menyeluruh, ibadah puasa dapat dijalani dengan aman tanpa mengganggu fungsi ginjal,” ia menambahkan.

Selain itu, pola makan yang lebih terkontrol selama Ramadan, dengan mengurangi konsumsi garam, makanan olahan, serta minuman manis berlebihan, membantu meringankan beban kerja ginjal. Kondisi ini dapat mendukung kesehatan ginjal, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, serta menurunkan risiko gangguan fungsi ginjal.