Teknologi AI Tingkatkan Akurasi Diagnosis Kanker di Indonesia

dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam

ASIAWORLDVIEW – Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung diagnosis kanker payudara dan skrining kanker paru di Indonesia menjadi langkah penting dalam transformasi sistem kesehatan nasional. Implementasi ini, yang untuk pertama kalinya diterapkan di Tanah Air, bertujuan meningkatkan akurasi, kecepatan, dan efisiensi proses deteksi dini kanker.

AstraZeneca Indonesia bersama Siloam International Hospitals memberikan edukasi demi meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker di Indonesia melalui sebuah sesi diskusi dengan para pakar onkologi.

dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Subspesialis Hematologi Onkologi Medik mengatakan, dengan kemampuan AI menganalisis data medis dalam jumlah besar dan mengenali pola yang sulit dideteksi secara manual. Tenaga kesehatan dapat memperoleh hasil diagnosis yang lebih tepat sehingga mempercepat penanganan pasien.

“Teknologi AI memainkan peran penting dalam deteksi dini kanker karena mampu meningkatkan akurasi, kecepatan, dan efisiensi proses diagnosis. Dengan kemampuan menganalisis data medis dalam jumlah besar. Misalnya hasil mammografi untuk kanker payudara atau CT scan untuk kanker paru,” ia mengatakan.

Baca Juga: Indonesia Hadapi Lonjakan Kanker, Deteksi Dini Jadi Harapan

AI dapat mengenali pola-pola halus yang sering kali sulit dideteksi oleh mata manusia. Hal ini membantu tenaga medis dalam mengidentifikasi tanda-tanda awal penyakit secara lebih tepat, sehingga pasien bisa mendapatkan penanganan lebih cepat dan efektif.

Kemampuan AI menganalisis data medis secara lebih mendalam, tenaga kesehatan dapat memperoleh hasil diagnosis yang lebih tepat. Alhasil mempercepat pengambilan keputusan klinis dan meningkatkan kualitas layanan pasien.

Selain itu, penerapan AI juga mengurangi risiko kesalahan diagnosis, mempercepat proses skrining, dan mendukung sistem kesehatan dalam menyediakan layanan yang lebih berkualitas.

“Peningkatan beban kanker di Indonesia menuntut penguatan pendekatan yang lebih terintegrasi, khususnya dalam memastikan diagnosis yang tepat waktu dan akurat. Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi langkah strategis untuk mendukung tenaga medis dalam mempercepat proses diagnostik, meningkatkan akurasi interpretasi klinis, serta memperkuat pengambilan keputusan berbasis data,” kata dr. Feddy, Medical Director AstraZeneca Indonesia.

“Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat sistem kesehatan berbasis teknologi, sekaligus memberikan harapan baru bagi peningkatan layanan kanker di Indonesia melalui inovasi digital yang berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,’ jelasnya.