ASIAWORLDVIEW – Bank Indonesia (BI) meyakini bahwa inflasi selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H/2026 akan tetap terjaga dalam kisaran target 2,5% ±1%, atau berada di rentang 1,5% hingga 3,5%. Meskipun terdapat faktor sementara seperti dampak kebijakan diskon listrik pada awal 2025 yang masih memengaruhi angka inflasi di awal tahun,
Hal itu diungkapkan Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman, Kamis (19/2/2026). Ia menjelaskan bahwa kondisi secara keseluruhan tetap terkendali.
“Kondisi untuk di bulan Ramadan dan Lebaran masih terjaga. Tetapi masih ada dampak daripada administered prices akibat diskon listrik yang terjadi di tahun lalu, sehingga kami perkirakan angkanya sedikit di atas 3 persen,” ia menjelaskan.
Baca Juga: Bank Indonesia Pastikan Ketahanan Ekonomi, Cadangan Devisa Tembus USD156,5 Miliar
Terkait kondisi pangan, Aida mencatat bahwa pasokan sejauh ini terpantau tetap terjaga. Di samping itu, saat ini juga tengah berlangsung musim panen komoditas hortikultura seperti bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit.
Ia memastikan BI terus melakukan pemantauan harga secara mingguan dan seluruhnya masih berada dalam kisaran proyeksi bank sentral.
“BI melakukan pemantauan mingguan terhadap harga pangan dan kebutuhan pokok, serta menjaga stabilitas pasokan agar lonjakan permintaan selama bulan puasa tidak menimbulkan gejolak harga yang berlebihan,” ia mengatakan.
“Dengan langkah ini, “BI optimistis inflasi tetap konsisten dengan sasaran yang telah ditetapkan, mendukung stabilitas ekonomi nasional sepanjang Ramadan dan Lebaran 2026,” ia menambahkan.
