Consensus Hong Kong 2026: AI dan Blockchain Jadi Fokus Ekspansi Global

Paul_Chan_Mo

ASIAWORLDVIEW – Consensus Hong Kong 2026 selesai dihelat 10 hingga 12 Februari 2026 di Hong Kong Convention and Exhibition Centre. Kegiatan berdampak besar, menarik 11.000 peserta terdaftar yang mewakili lebih dari 122 negara dan wilayah.

Sekretaris Keuangan Hong Kong, Paul Chan Mo Po menjelaskan Seiring dengan percepatan konvergensi Artificial Intelligence atau AI dan blockchain, Hong Kong menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan industri dalam mengembangkan kasus penggunaan yang konkret dan berdampak tinggi. Langkah ini mencerminkan strategi Hong Kong untuk tidak hanya menjadi pusat keuangan tradisional, tetapi juga pionir dalam teknologi digital yang mampu mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan sistem blockchain.

“Seiring dengan percepatan konvergensi AI dan blockchain, pemerintah dan regulator kami akan bekerja sama dengan industri untuk mengembangkan kasus penggunaan yang konkret dan berdampak tinggi, sambil memastikan bahwa risiko yang muncul diidentifikasi, dipantau, dan dikelola dengan baik,” ia mengatakan.

Baca Juga: Consensus Hong Kong 2026: Solana Bidik Sektor Keuangan Global

Dengan kolaborasi erat antara regulator dan pelaku industri, Hong Kong berharap dapat membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Selain itu, memperkuat posisinya sebagai hub global untuk teknologi masa depan.

“Fokusnya adalah menciptakan aplikasi nyata yang dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keamanan di berbagai sektor, mulai dari layanan keuangan hingga manajemen data publik,” ia mengatakan.

Acara ini diperkirakan telah menghasilkan dampak ekonomi sebesar 300 juta bagi ekonomi lokal dan menarik audiens global yang beragam, dengan perbandingan hampir 50/50 antara peserta dari Asia dan sisanya dari dunia. Dengan lebih dari 350 pembicara, agenda 2026 menyoroti kematangan sektor aset digital, mencakup segala hal mulai dari adopsi institusional dan stablecoin hingga arsitektur pasar modal internet baru. Tahun ini juga menyoroti ‘Ekonomi Mesin’ dan harmonisasi agen AI, robotika, dan eksekusi on-chain.