ASIAWORLDVIEW – Warna merah mendominasi perayaan Imlek sejak turun temurun. Di momen ini, warga keturunan China atau Tionghoa di berbagai negara menghias rumahnya dengan dekorasi berwarna merah.
Bukan tanpa sebab, merah memiliki makna simbolis yang kuat dalam budaya Tionghoa. Mengutip dari lammuseum, secara historis, tradisi ini berakar dari legenda kuno tentang makhluk buas bernama Nian yang muncul setiap awal tahun dan ditakuti masyarakat.
Penduduk percaya bahwa Nian takut pada suara keras, cahaya terang, dan warna merah. Saat itu, mereka menghias rumah dengan kain merah dan menyalakan petasan untuk mengusirnya.
Warna ini juga dipercaya mampu mengusir energi negatif sekaligus membawa nasib baik bagi yang mengenakannya. Dalam filosofi, merah melambangkan kehidupan, semangat, dan energi positif yang memberi kekuatan baru di awal tahun.
Menggantung lampion merah menjadi merupakan tradisi paling ikonik. Dekorasi ini melambangkan masa depan yang cerah, reuni, dan harmoni. Cahaya hangatnya diyakini dapat menerangi jalan bagi keberuntungan untuk masuk ke dalam rumah.
Baca Juga: Meriahnya Perayaan Imlek 2026 di Ruang Publik Ikonik Jakarta

Tak lupa, paper cutting atau chuāng huā dalam tradisi Tionghoa, biasanya ditempatkan di jendela dan dinding rumah saat Imlek. Motifnya sering menampilkan karakter keberuntungan seperti 福 (fú – keberuntungan) serta ornamen hewan atau bunga yang melambangkan harapan baik.
Selain memperindah ruangan, dekorasi ini dipercaya memperkuat berkah dan melindungi rumah tangga dari energi negatif. Warna merah yang digunakan menambah makna simbolis, karena diyakini membawa kebahagiaan, keberuntungan, dan kemakmuran, sehingga menjadikan paper cutting bukan sekadar seni dekoratif, melainkan juga simbol doa dan harapan untuk tahun baru yang penuh berkah.
Selama Tahun Baru Imlek, orang tua memberikan amplop merah kepada generasi muda untuk dua alasan utama: pertama, untuk mengusir roh jahat dan melindungi anak-anak, mengekspresikan harapan mereka akan kesehatan dan keselamatan anak-anak; dan kedua, untuk menyampaikan berkah bagi generasi muda, simbolisasi “damai dan kemakmuran tahun demi tahun”.
Selain itu, merah juga identik dengan kebahagiaan dan kemakmuran. Alhasil sering digunakan dalam berbagai perayaan penting seperti Imlek, pernikahan, dan festival budaya.
