ASIAWORLDVIEW – Layanan kesehatan di Indonesia perlu mengalami transformasi. Hal itu karena tantangan yang dihadapi semakin kompleks dan tidak bisa lagi diatasi dengan pendekatan tradisional.
Hal itu diungkapkan oleh Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Menurutnya, langkah itu bisa dicapai jika ada keselarasan antara arah kebijakan nasional dan kesiapan institusi layanan kesehatan dalam menyukseskan Program Transformasi Kesehatan Indonesia.
“Keberhasilan reformasi kesehatan sangat bergantung pada kepemimpinan yang mampu menerjemahkan kebijakan strategis ke dalam implementasi operasional yang konsisten dan berkelanjutan,” ia mengatakan dalam acara Sysmex Indonesia CEO Forum 2026. Acara ini bertemakan “A New World of Healthcare Leadership.
Kepemimpinan rumah sakit masa kini harus mampu menyeimbangkan berbagai dimensi secara simultan. Semua itu dilakukan dari dasr, mulai dari kualitas klinis, efisiensi operasional, tata kelola sumber daya, hingga pengalaman pasien.
Baca Juga: BKPM Dukung Kolaborasi Philips-Mitra Lokal, Perkuat Manufaktur Alat Kesehatan
“Kolaborasi lintas pemangku kepentingan, integrasi data, serta pemanfaatan teknologi dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berorientasi jangka panjang,” jelasnya.
Pertumbuhan penduduk, perubahan pola penyakit dari menular ke tidak menular, serta meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas layanan menuntut sistem kesehatan yang lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada pencegahan.
Selain itu, ketimpangan akses antara daerah perkotaan dan pedesaan masih tinggi, sehingga diperlukan strategi pemerataan yang lebih kuat agar seluruh lapisan masyarakat mendapatkan layanan yang setara. Transformasi juga penting untuk menjawab kebutuhan era digital, di mana teknologi informasi dapat digunakan untuk mempercepat diagnosis, memperluas jangkauan layanan, dan meningkatkan transparansi sistem.
Kesiapan tenaga kesehatan, infrastruktur, dan regulasi harus ditingkatkan. Semua itu perlu dilakukan agar kebijakan nasional dapat diimplementasikan secara efektif.
“Transformasi yang terarah, layanan kesehatan Indonesia tidak hanya mampu menghadapi tantangan saat ini, tetapi juga lebih siap menghadapi krisis kesehatan di masa depan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” ia menambahkan.
