ASIAWORLDVIEW – Philips menggandeng mitra lokal dalam industri manufaktur dengan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) hari ini, Senin (26/1/2026), memperkuat kolaborasi strategis di bidang teknologi dan layanan kesehatan. Kedua pihak menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperluas akses terhadap produk dan layanan berkualitas.
Astri Ramayanti Dharmawan, Presiden Direktur Philips Indonesia, menjelaskan, Philips menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama kehidupan, dan kemitraan adalah kunci untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat. Komitmen panjang perusahaan ini tercermin dari dukungannya terhadap kesehatan Indonesia selama lebih dari 120 tahun, dengan lebih dari 3.900 pekerja yang tersebar di 12 kota serta kehadiran manufaktur, termasuk PT PHC Indonesia (dulu dikenal dengan Panasonic Healthcare Indonesia) dan PT Graha Teknomedika (GTM).
“Jangkauan luas tersebut menunjukkan dedikasi Philips dalam menjaga komunitas di seluruh nusantara, memastikan inovasi, keahlian, dan standar tinggi dalam layanan kesehatan dapat diakses oleh semua orang. Melalui langkah ini, Philips berfokus pada pengembangan akses dan penguatan sistem kesehatan di Indonesia dengan pendekatan inovatif yang berkelanjutan,” ia menyebutkan.
Baca Juga: Kerja Sama Industri Indonesia-Rusia Punya Potensi Besar di Manufaktur dan Teknologi
Melalui kerja sama ini, Philips tidak hanya memperkenalkan teknologi mutakhir, tetapi juga memastikan implementasi yang sesuai dengan konteks lokal melalui dukungan mitra yang memahami pasar dan kebutuhan konsumen. Penandatanganan MoU tersebut mencerminkan sinergi antara global expertise dan kearifan lokal, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendorong perkembangan ekosistem kesehatan yang lebih berkelanjutan.
“Inisiatif ini berfokus pada peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui dukungan terhadap diagnosis yang lebih tepat, kesinambungan perawatan, serta pemberdayaan tenaga medis yang merawat pasien secara langsung. Philips bersama PH Indonesia dan Grana Tecnomedica berkolaborasi untuk memproduksi perangkat ultrasound dan solusi perawatan pasien yang lebih canggih di dalam negeri, sehingga inovasi dapat lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya lagi.
Kehadiran manufaktur lokal tidak hanya mempercepat waktu akses terhadap layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat ketahanan sistem medis nasional dan membangun fondasi industri kesehatan yang mandiri. Langkah ini, diharapkan perawatan kesehatan di Indonesia menjadi lebih efisien, tangguh, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini tidak hanya mendukung kemandirian industri kesehatan nasional, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat di berbagai wilayah dapat memperoleh teknologi medis yang lebih modern dan terjangkau. Philips berkomitmen menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan lokal, sementara mitra manufaktur berperan penting dalam memastikan distribusi dan produksi berjalan efektif,” pungkasnya.
