ASIAWORLDVIEW – Kementerian Pariwisata menyampaikan optimisme bahwa sektor pariwisata Indonesia akan terus menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun 2026. Hal ini seiring dengan pemulihan ekonomi global dan meningkatnya minat wisatawan untuk kembali bepergian.
Optimisme tersebut tercermin dari target jumlah wisatawan yang ditetapkan, yakni mendatangkan sekitar 16 hingga 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara, serta mendorong pergerakan hingga 1,1 miliar perjalanan wisatawan nusantara. Angka ini dinilai cukup ambisius, namun realistis jika didukung oleh kebijakan dan program yang tepat sasaran.
“Kita tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi juga tentang pengalaman yang dirasakan wisatawan. Wisata berbasis pengalaman kan menjadi kunci,” ucap Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Asiaworldview mengutip dari Antara, Selasa (2/1/2026).
Baca Juga: Destinasi Unggulan yang Bertanggung Jawab, Fokus Tingkatkan Kualitas Wisata
Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Pariwisata telah menyiapkan sejumlah program strategis yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kuantitas kunjungan, tetapi juga pada kualitas pengalaman wisata.
Fokus utama diarahkan pada penguatan layanan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, termasuk peningkatan standar keselamatan dan keamanan bagi wisatawan di berbagai destinasi. Upaya ini mencakup penguatan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata, serta perbaikan infrastruktur pendukung di kawasan wisata prioritas.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap pertumbuhan pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan. Selain itu, menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Di sisi lain, peningkatan aspek keamanan dan kenyamanan juga diharapkan mampu memperkuat citra Indonesia di mata dunia sebagai destinasi wisata yang ramah, aman, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat global, sehingga mampu menarik wisatawan untuk berkunjung kembali dalam jangka panjang.
