Peminum Kopi Dunia Didominasi Negara Eropa, Indonesia Posisi ke-57

Kopi hitam.(stocksnap)

ASIAWORLDVIEW – Indonesia menempati peringkat ke-57 dunia dalam hal konsumsi kopi per kapita, meskipun dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan antara kapasitas produksi dan tingkat konsumsi domestik.

Sementara itu, Indonesia yang memiliki produksi kopi besar dan beragam jenis kopi unggulan seperti Arabika Gayo, Toraja, dan Robusta Lampung, justru berada di peringkat bawah dalam hal konsumsi harian. Kondisi ini mencerminkan bahwa kopi di Indonesia lebih banyak diekspor sebagai komoditas unggulan daripada dikonsumsi secara lokal.

Budaya minum kopi memang terus berkembang di kota-kota besar dengan hadirnya kafe modern dan tren kopi kekinian, namun secara statistik konsumsi per kapita masyarakat Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara-negara lain.

Baca Juga: Menjelajahi Dunia Kopi Rempah: Dari Jahe Nusantara ke Kapulaga Timur Tengah

Biji kopi terbaik
Biji kopi terbaik

Menurut laporan Visual Capitalist yang bersumber dari data Cafely, sebanyak 65 negara diperingkat berdasarkan jumlah konsumsi kopi per orang per hari. Menariknya, posisi teratas ditempati oleh Luksemburg, dengan rata-rata konsumsi mencapai 5,3 cangkir kopi per orang per hari.

Angka ini menjadikan Luksemburg sebagai negara dengan tingkat konsumsi kopi tertinggi di dunia, jauh melampaui negara lain dalam daftar. Posisi berikutnya ditempati Finlandia dengan 3,8 cangkir per hari, disusul Swedia dan Norwegia yang masing-masing mencatat konsumsi sekitar 2,6 cangkir. Denmark juga masuk jajaran atas dengan konsumsi 2,0 cangkir per hari, sekaligus tercatat sebagai negara dengan harga kopi termahal di dunia, rata-rata USD5,40 per cangkir.

Seluruh 10 besar negara peminum kopi dunia berasal dari Eropa, termasuk Austria, Swiss, Belanda, dan Yunani. Dominasi ini menegaskan bahwa kopi di Eropa bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari budaya sosial, rutinitas kerja, dan gaya hidup harian yang mengakar kuat.

Tingginya konsumsi tersebut mencerminkan budaya minum kopi yang sangat kuat di Eropa, di mana kopi bukan hanya sekadar minuman, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan tradisi sosial masyarakatnya.