Cadangan Beras Capai 3,5 Juta Ton, Tertinggi Sejak Kemerdekaan

Stok beras Bulog.

ASIAWORLDVIEW – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) diperkirakan akan mencapai 3,5 juta ton pada akhir 2025, sebuah pencapaian yang disebut sebagai level tertinggi sejak Indonesia merdeka. Peningkatan cadangan ini mencerminkan upaya serius pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus memberikan jaminan ketersediaan beras bagi masyarakat di tengah dinamika pasar dan tantangan iklim.

“Cadangan beras kita aman,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dikutip Asiaworldview, Selasa (23/12/2025).

Dia mengatakan angka tersebut melampaui puncak sebelumnya sekitar 2 juta ton, yang termasuk impor. Dengan jumlah cadangan yang besar, pemerintah memiliki ruang lebih luas untuk menjaga stabilitas harga, mengantisipasi gejolak pasokan, serta memastikan distribusi beras tetap merata ke seluruh wilayah. Langkah ini juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung kesejahteraan petani dan memperkuat fondasi ketahanan pangan jangka panjang.

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Beras Dipastikan Stabil

“Sekarang, tanpa impor, stok kami 3,5 juta ton — tertinggi sepanjang sejarah. Kami memiliki surplus beras, jadi tidak akan ada masalah hingga Ramadan,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa produksi beras domestik potensial pada tahun ini diperkirakan mencapai 34,79 juta ton, meningkat signifikan sebesar 4,17 juta ton atau 13,6 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar 30,62 juta ton. Lonjakan produksi ini menunjukkan adanya perbaikan dalam sektor pertanian, baik dari sisi produktivitas maupun luas panen, serta mencerminkan keberhasilan berbagai program pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Ia juga mendesak pelaku usaha untuk tidak memanipulasi harga beras, menekankan bahwa pasokan nasional lebih dari cukup.