ASIAWORLDVIEW – Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa rumor mengenai kemungkinan batalnya negosiasi tarif perdagangan dengan Amerika Serikat tidak benar. Hal itu diungkapkan Haryo Limanseto, juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menyampaikan bahwa proses pembicaraan dengan Washington hingga kini masih berlangsung dan berjalan sesuai rencana.
“Tidak ada isu spesifik dalam negosiasi, dan dinamika proses negosiasi berjalan normal,” katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu. Indonesia berupaya untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak,” sebutnya.
Baca Juga: AS Redakan Perang Dagang dengan China, Janji Turunkan Trump Tariff
Pernyataan ini dimaksudkan untuk meredam spekulasi publik sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga hubungan dagang strategis dengan mitra utama seperti Amerika Serikat. Dengan menekankan bahwa dialog tetap terbuka, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kesepakatan yang dihasilkan nantinya dapat mendukung kepentingan nasional, memperkuat daya saing, serta memperluas akses pasar bagi produk Indonesia di tingkat global.
Pernyataannya menanggapi laporan yang mengutip seorang pejabat AS yang memperingatkan bahwa negosiasi dapat gagal setelah Indonesia dilaporkan menarik beberapa komitmen yang sebelumnya termasuk dalam paket negosiasi. Indonesia menginginkan tarif nol persen untuk komoditas yang tidak diproduksi di Amerika Serikat, termasuk minyak sawit mentah, karet, teh, kopi, dan produk karet lainnya.
Tarif untuk tekstil dan alas kaki masih dalam pembahasan. Sebagai bagian dari kesepakatan yang diusulkan, Indonesia juga berjanji untuk meningkatkan impor dari Amerika Serikat untuk membantu menyeimbangkan perdagangan bilateral. Impor energi diperkirakan mencapai hingga USD15 miliar, sementara impor pertanian ditargetkan sebesar USD4,5 miliar. Paket tersebut juga mencakup investasi di Indonesia dan fasilitas amonia biru di AS senilai total USD10 miliar.
