ASIAWORLDVIEW – Kehadiran Gabriel Rey, CEO Triv, diperkirakan menjadi salah satu sesi paling dinantikan di Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2025 karena pengaruhnya yang besar terhadap perkembangan ekosistem kripto di tanah air. Sebagai pemimpin salah satu platform kripto terbesar di Indonesia, Gabriel telah berperan aktif dalam memperluas adopsi aset digital sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap teknologi blockchain.
Sesi yang melibatkan dirinya diyakini akan memberikan wawasan strategis mengenai arah industri kripto, peluang inovasi, serta tantangan regulasi yang perlu diantisipasi.
Ia memiliki peran penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap aset digital sekaligus membangun kepercayaan terhadap ekosistem kripto. Di bawah kepemimpinannya, Triv berkembang menjadi salah satu pemain utama yang menyediakan layanan transaksi kripto dengan aman dan mudah, sehingga membantu mempercepat penetrasi teknologi blockchain di Indonesia.
Baca Juga: IDBW 2025: Tokocrypto Dorong Inklusi dan Pertumbuhan Ekosistem Blockchain Nasional
Tidak hanya itu, Gabriel juga dikenal aktif mendorong inovasi industri, baik melalui edukasi publik maupun kolaborasi dengan berbagai pihak, menjadikan pandangannya sangat relevan bagi masa depan ekonomi digital Indonesia.
Pada tahun 2025, perkembangan blockchain di Indonesia semakin pesat dan Triv memainkan peran penting dalam mendorong adopsinya. Platform kripto Triv mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna, dengan lebih dari 4 juta pengguna aktif pada pertengahan 2025, naik dari sekitar 3 juta di akhir 2024.
Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap aset digital dan teknologi blockchain terus tumbuh. Selain itu, Triv bersama MEXC Foundation meluncurkan program beasiswa F.I.R.E (Future Innovators in Rising Economy) untuk mencetak generasi baru inovator blockchain dan Web3 di Indonesia. Program ini memberikan dukungan biaya kuliah penuh, mentorship dari praktisi industri, serta kesempatan membangun jejaring internasional, sehingga menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri ekonomi digital.
Ia menekankan bahwa penguatan talenta digital menjadi kunci agar Indonesia dapat menjadi pusat inovasi blockchain di Asia Tenggara.
