ASIAWORLDVIEW – Bisnis smartphone Xiaomi menunjukkan kinerja yang stabil dengan pendapatan mencapai Rp108,3 triliun (RMB46,0 miliar). Perusahaan berhasil mengirimkan 43,3 juta unit smartphone secara global, menandai pertumbuhan tahunan (YoY) selama sembilan kuartal berturut-turut.
Pangsa pasar global Xiaomi berdiri di 13,6%, mempertahankan posisi tiga besar dunia untuk 21 kuartal berturut-turut. Smartphone Xiaomi masuk tiga besar di 57 negara dan wilayah. Di China, Xiaomi menempati posisi No. 2 dengan pangsa 16,7%, dan telah berada di dua besar selama 6 kuartal berturut-turut.
Strategi premiumisasi Xiaomi juga mencatat lompatan signifikan. Berdasarkan data dari pihak ketiga, pangsa Xiaomi pada segmen harga Rp9 hingga 14 juta (RMB4.000–6.000) di Tiongkok mencapai 18,9%, naik 5,6 poin persentase YoY.
Baca Juga: Xiaomi 17 Air Kembangkan Smartphone Ultra Tipis, Siap Tantang iPhone Air
Flagship Xiaomi 17 Series, yang diluncurkan September di China, tampil luar biasa dengan penjualan bulan pertama naik sekitar 30% dibanding Xiaomi 15 Series. Model Pro dan Pro Max menyumbang lebih dari 80% penjualan, yang semakin mengoptimalkan struktur produk.
Laba bersih yang disesuaikan mencapai Rp26,6 triliun (RMB11,3 miliar), melesat 80,9% YoY, melampaui ekspektasi pasar dan mencatatkan rekor tertinggi. Total pendapatan selama tiga kuartal pertama tahun ini mencapai Rp801,8 triliun (RMB340,4 miliar) mendekati total pendapatan tahun lalu, sementara laba bersih yang disesuikan mencapai Rp77,2 triliun (RMB32,8 miliar), sudah melampaui total tahun sebelumnya.
Pencapaian ini mencerminkan konsistensi Xiaomi dalam mempertahankan momentum penjualan di tengah persaingan ketat industri smartphone, sekaligus menegaskan posisi kuatnya di pasar global. Pertumbuhan berkelanjutan tersebut juga menunjukkan strategi produk dan distribusi Xiaomi mampu menjawab kebutuhan konsumen, sehingga mendukung performa finansial perusahaan secara keseluruhan.
