ASIAWORLDVIEW – Citi memperkirakan perlambatan atau bahkan penurunan ekonomi Amerika Serikat akan relatif terangkat oleh berakhirnya shutdown pemerintah. Penerapan tarif impor oleh Presiden AS Donald Trump tak terlalu berdampak terhadap aktivitas ekonomi.
Chief Economist Citi Indonesia Helmi Arman menjelaskan kenaikan harga barang masih berlangsung, mencerminkan tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda. Namun risiko tambahan dari kenaikan tarif terhadap harga barang kini semakin kecil karena tekanan utama inflasi lebih banyak berasal dari faktor domestik, seperti permintaan konsumen dan biaya produksi, bukan lagi dari beban tarif impor.
“Meskipun tarif masih berlaku, kontribusinya terhadap kenaikan harga relatif menurun seiring stabilisasi rantai pasok dan penyesuaian pasar. Hal ini membuat potensi lonjakan harga akibat tarif menjadi terbatas, sehingga tekanan inflasi yang ada lebih terkendali dibanding periode sebelumnya ketika tarif menjadi salah satu pemicu utama kenaikan harga barang.
Baca Juga: Citi Tunjukkan Resiliensi di Tengah Dinamika Ekonomi Kuartal III 2025
Kebijakan ekonomi di Amerika Serikat saat ini dinilai semakin kondusif, terutama menjelang pemilu paruh waktu (mid-term election) yang biasanya mendorong pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sentimen publik. Fokus kebijakan diarahkan pada sektor domestik, dengan tujuan memperkuat daya beli masyarakat, menjaga lapangan kerja, serta menekan risiko inflasi agar tetap terkendali.
Langkah ini mencerminkan orientasi pemerintah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan di dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada faktor eksternal yang lebih sulit diprediksi. Dengan pendekatan tersebut, kebijakan ekonomi AS berupaya menciptakan fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi dinamika politik maupun tantangan global.
“Meskipun inflasi tetap menjadi perhatian, potensi lonjakan harga akibat faktor eksternal seperti tarif impor tidak lagi menjadi ancaman utama, sehingga tekanan harga diperkirakan lebih terkendali dibanding sebelumnya,” pungkasnya.
