Riset: Peran Ayah Aktif Jadi Fondasi Penting Perkembangan Anak

Ayah tengah bermain dengan anaknya.

ASIAWORLDVIEW – Anak-anak yang memiliki ayah yang aktif dan terlibat dalam kehidupan mereka sejak masa kanak-kanak hingga remaja terbukti memperoleh banyak keuntungan signifikan dalam perkembangan emosional, sosial, dan akademik. The Fatherhood Project menyoroti bahwa keterlibatan ayah tidak hanya memperkuat ikatan keluarga, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan beradaptasi, serta kesehatan mental anak.

Sejalan dengan temuan tersebut, program Father Engagement Program berkomitmen untuk memberdayakan para ayah agar lebih berpengetahuan, aktif, dan terlibat secara emosional. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan mendukung, di mana peran ayah menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang lebih tangguh dan sejahtera, mengutip childpsychotherapy, Selasa (12/11/2025).

Ayah, seperti ibu, merupakan pilar dalam perkembangan kesejahteraan emosional anak. Anak-anak mengandalkan ayah mereka untuk menetapkan aturan dan menegakkannya. Mereka juga mengandalkan ayah mereka untuk memberikan rasa aman, baik secara fisik maupun emosional.

Anak-anak ingin membuat ayah mereka bangga, dan seorang ayah yang terlibat secara aktif mempromosikan pertumbuhan batin dan kekuatan. Studi menunjukkan bahwa ketika ayah menunjukkan kasih sayang dan dukungan, hal ini sangat mempengaruhi perkembangan kognitif dan sosial anak. Hal ini juga menanamkan rasa kesejahteraan secara keseluruhan dan kepercayaan diri.

Baca Juga: Ruang Eksplorasi Anak Indonesia Menuju Generasi Hebat di Kidversity 2025

Ayah tidak hanya mempengaruhi siapa kita di dalam diri, tetapi juga bagaimana kita menjalin hubungan dengan orang lain seiring pertumbuhan kita. Cara seorang ayah memperlakukan anaknya akan mempengaruhi apa yang dicari anak tersebut dalam hubungan dengan orang lain. Teman, kekasih, dan pasangan akan dipilih berdasarkan bagaimana anak tersebut memandang makna hubungan dengan ayahnya. Pola yang ditetapkan ayah dalam hubungan dengan anak-anaknya akan menentukan bagaimana anak-anaknya berinteraksi dengan orang lain.

Sementara, anak perempuan bergantung pada ayah mereka untuk rasa aman dan dukungan emosional. Seorang ayah menunjukkan kepada putrinya seperti apa hubungan yang baik dengan seorang pria. Jika seorang ayah penuh kasih dan lembut, putrinya akan mencari kualitas-kualitas tersebut pada pria saat ia cukup dewasa untuk mulai berkencan. Jika seorang ayah kuat dan berani, ia akan berhubungan erat dengan pria yang memiliki karakter serupa.

Berbeda dengan gadis-gadis, yang mencontoh hubungan mereka dengan orang lain berdasarkan karakter ayah mereka, anak laki-laki mencontoh diri mereka sendiri setelah karakter ayah mereka. Anak laki-laki akan mencari persetujuan dari ayah mereka sejak usia sangat muda. Studi menunjukkan bahwa ketika ayah menunjukkan kasih sayang dan dukungan, hal ini sangat mempengaruhi perkembangan kognitif dan sosial anak. Hal ini juga menanamkan rasa kesejahteraan secara keseluruhan dan kepercayaan diri.