ASIAWORLDVIEW – Partikel mikroplastik yang berukuran sangat kecil—kurang dari lima milimeter—dapat masuk ke tubuh manusia melalui makanan, minuman, udara, bahkan kontak kulit. Setelah masuk, mikroplastik dapat memicu peradangan kronis karena tubuh mengenali partikel tersebut sebagai benda asing.
Para peneliti meneliti model mikrobioma usus manusia dan menemukan bahwa paparan terhadap jenis plastik umum yang digunakan dalam kemasan makanan dan minuman dapat mengganggu pencernaan yang sehat dan menyebabkan pertumbuhan bakteri pro-inflamasi. Beruntung, tidak setiap partikel plastik yang Anda temui akan bertahan selamanya di dalam tubuh.
Manusia umumnya menelan mikroplastik melalui makanan dan minuman, dan banyak partikel—terutama yang lebih besar, seperti dari papan potong plastik—”hampir hanya melewati usus besar Anda,” kata Campen. “Ada alasan kuat untuk percaya bahwa banyak di antaranya akan keluar melalui feses.
”Bahan kimia dari mikroplastik juga “tidak bertahan lama di tubuh, jadi jika Anda menghentikan paparan, kadar tubuh Anda akan turun,” Tracey Woodruff, PhD, MPH, profesor dan direktur Program Kesehatan Reproduksi dan Lingkungan di Universitas California, San Francisc, dikutip dari Health, Sabtu (8/11/2025).
Baca Juga: Fakta Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?
Selain itu, mikroplastik terbukti mengubah komposisi mikrobioma usus, yaitu komunitas bakteri baik yang berperan penting dalam pencernaan, kekebalan tubuh, dan kesehatan mental. Perubahan ini dapat menyerupai pola yang terkait dengan depresi dan kanker kolorektal.
Tak hanya itu, mikroplastik juga berpotensi mengganggu fungsi hormon, karena beberapa bahan kimia yang terkandung dalam plastik bersifat endokrin disruptor, yaitu zat yang dapat meniru atau menghambat kerja hormon alami tubuh. Dampak ini menjadikan mikroplastik sebagai ancaman kesehatan yang tidak hanya bersifat lingkungan, tetapi juga biologis dan sistemik bagi manusia.
Sayangnya, partikel-partikel yang lebih kecil mungkin tidak dikeluarkan dari tubuh. Para peneliti menemukan bahwa nanopartikel terkadang diserap oleh sel, dan dapat mengembangkan selubung protein yang memungkinkan mereka bergerak dengan mudah di dalam tubuh
Selain itu, konsumsi makanan dengan kandungan antioksidan mungkin dapat mengurangi efek mikroplastik dengan meredakan peradangan. Secara spesifik, peneliti menemukan bahwa senyawa tumbuhan bernama anthocyanin—yang secara alami terdapat dalam makanan berwarna ungu dan biru seperti beri atau anggur—yang dapat menanggulangi penurunan kadar testosteron dan estrogen, kualitas sperma yang buruk, serta dampak buruk lainnya yang mungkin ditimbulkan mikroplastik terhadap kesuburan.
Meskipun bukan solusi sempurna, para ahli sepakat bahwa tubuh Anda lebih mudah mengatasi efek paparan mikroplastik jika dalam kondisi sehat. Artinya, usahakan sebaik mungkin untuk menjaga berat badan sehat dan hindari obesitas, yang terkait dengan berbagai penyakit kronis.
