BP AKR Akhirnya Andalkan Pertamina untuk Jaga Operasional di Indonesia

Pertamina.

ASIAWORLDVIEW – British Petroleum (BP) AKR akhirnya mengambil langkah strategis dengan membeli bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina. Hal ini terjadi menyusul keterbatasan pasokan internal yang tidak mampu memenuhi kebutuhan operasionalnya di Indonesia. Keputusan ini menandai pentingnya peran Pertamina sebagai penyedia energi domestik yang mampu menjembatani kekosongan pasokan, bahkan bagi perusahaan multinasional.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menginformasikan bahwa operator SPBU swasta, BP AKR, telah memesan tambahan 100 ribu barel BBM dari PT. Pertamina Patra Niaga.

“BP AKR memesan tambahan 100 ribu barel dalam dua minggu, tepatnya pada minggu ketiga November,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, pada Jumat (7/11/2025).

Baca Juga: Krisis BBM Hantam SPBU Swasta, Pemerintah Dorong Solusi Investasi Jangka Panjang

BP AKR melakukan pemesanan tambahan ini setelah membeli 100 ribu barel bahan bakar dasar pertama dari PT. Pertamina Patra Niaga pada akhir Oktober 2025. Terkait kuota impor untuk operator SPBU swasta pada tahun 2026.

“Pemerintah dapat menerapkan kembali skema kuota tambahan 10 persen. Saat ini, pemerintah telah menerima data dari perusahaan swasta tetapi belum menentukan total alokasi kuota,”tambahnya.

Kelangkaan BBM di beberapa SPBU swasta, termasuk BP AKR, telah berlangsung sejak pertengahan Agustus 2025. Situasi tersebut juga mencerminkan tantangan dalam rantai distribusi energi, di mana fluktuasi pasokan dan permintaan dapat memaksa perusahaan besar untuk berkolaborasi dengan penyedia lokal.

Meski bersifat sementara, langkah BP AKR ini menunjukkan fleksibilitas dalam menjaga kelangsungan operasional sekaligus memperkuat sinergi antara pelaku energi nasional dan global.