ASIAWORLDVIEW – Investor dan ahli kripto memperkirakan bulan November akan bullish setelah Bitcoin berakhir di zona merah bulan lalu. Kondisi ini terjadi untuk pertama kalinya dalam lebih dari 6 tahun.
Kekhawatiran tentang crash pasar kripto terus berlanjut seiring harga BTC turun di bawah USD108.000 karena berbagai alasan, termasuk keputusan Mahkamah Agung AS terkait tarif oleh Presiden Amerika Serkat Donald Trump.
Indikator teknis Hindenburg Omen yang memprediksi Black Monday 1987 dan Krisis Keuangan 2008 telah memberikan sinyal peringatan. Indikator ini muncul ketika terdapat kombinasi anomali di pasar saham, seperti lonjakan jumlah saham yang mencapai titik tertinggi dan terendah secara bersamaan, serta penurunan indeks pasar utama. Ketika Hindenburg Omen berkedip, seperti yang terjadi baru-baru ini, para investor dan analis menganggapnya sebagai peringatan potensi koreksi tajam atau bahkan crash pasar.
Baca Juga: Bitcoin Terkoreksi ke USD109.000, Pasar Kripto Masuki Fase Konsolidasi
Dengan pasar kripto bergerak berkorelasi dengan pasar saham, para trader dan institusi mempertimbangkan risiko tinggi untuk krisis Bitcoin dan pasar kripto secara luas.
Indikator kontroversial ini berkedip untuk kedua kalinya bulan lalu. Ahli Tom McClellan menyatakan bahwa “indikator ini cenderung lebih penting ketika kita melihat kluster dari mereka.” Waktu munculnya peringatan ini menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut di kalangan investor di tengah arus keluar ETF Bitcoin dan Ethereum spot serta penurunan harga saham teknologi, termasuk Meta, Oracle, dan Microsoft.
Penurunan nilai Bitcoin treasury stocks dan penjualan terus-menerus oleh mega whale telah menambah tekanan jual. Meskipun banyak yang melihatnya sebagai koreksi sehat, pergeseran psikologi pasar tidak dapat dihindari.
