ASIAWORLDVIEW – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dunia kini mulai memasuki era komputasi quantum yang membawa tantangan baru dalam hal keamanan siber. Komputer kuantum memiliki kemampuan luar biasa dalam memecahkan algoritma kriptografi konvensional seperti RSA dan ECC, yang selama ini menjadi pondasi perlindungan data digital
NTT DATA dan Fortanix mengumumkan kemitraan strategis global untuk memperkuat keamanan data di era kecerdasan buatan (AI) dan menghadapi tantangan kriptografi pasca-kuantum. Kemitraan ini bertujuan membantu perusahaan di seluruh dunia melindungi data sensitif dari ancaman siber yang semakin kompleks, terutama yang dipicu oleh perkembangan teknologi AI dan potensi risiko dari komputasi quantum .
“Taruhannya sangat besar. Perusahaan yang tidak siap menghadapi era pasca-quantum berisiko mengalami kebocoran data, gangguan operasional, sanksi regulasi, kerugian kompetitif, dan hilangnya kepercayaan pelanggan,” ujar Cathy Huang, Senior Research Director, Worldwide Security Services, IDC, dikutip Asiaworldview.com, Rabu (22/10/2025).
Baca Juga: AI Jadi Senjata Baru Hacker, Serangan Siber Kini Lebih Cepat, Cerdas dan Berbahaya
“Perusahaan harus segera memulai langkah seperti penemuan sistem kriptografi, penilaian risiko, serta peta jalan migrasi, bersamaan dengan solusi teknologi yang mampu melindungi mereka dari potensi serangan quantum di masa depan. Langkah-langkah ini penting agar benar-benar siap menghadapi era kuantum,” ia menambahkan.
Komputasi quantum menjanjikan lompatan besar dalam kecepatan dan kapasitas pemrosesan data, namun di balik potensi tersebut tersimpan ancaman serius terhadap fondasi keamanan digital modern. Algoritma kriptografi seperti RSA dan ECC, yang selama ini digunakan untuk mengamankan komunikasi, transaksi keuangan, dan data pribadi, dapat dengan mudah dipecahkan oleh komputer kuantum karena kemampuannya melakukan perhitungan eksponensial jauh lebih cepat daripada komputer klasik.
Jika tidak diantisipasi, hal ini dapat membuka celah besar bagi pencurian data, sabotase sistem, dan gangguan privasi dalam skala global. Oleh karena itu, pengembangan dan penerapan kriptografi pasca-quantum menjadi sangat krusial untuk memastikan bahwa sistem keamanan tetap tangguh menghadapi era teknologi kuantum yang semakin dekat
Sebagai bagian dari kolaborasi ini, NTT DATA meluncurkan layanan baru bernama Cryptography-as-a-Service, yang menggabungkan platform Data Security Manager milik Fortanix dengan keahlian siber dan pemahaman regulasi global dari NTT DATA. Solusi ini dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap data di lingkungan AI, cloud, dan sistem hybrid, sekaligus mempersiapkan perusahaan menghadapi era pasca-quantum dengan pendekatan enkripsi yang adaptif dan berstandar tinggi.
“Perusahaan, khususnya di industri yang sangat diatur, kini menghadapi tekanan besar untuk menjaga keamanan data sensitif di tengah peluang dan risiko yang muncul dari perkembangan cepat AI. Pada saat yang sama, mereka juga harus menyiapkan infrastruktur keamanan siber untuk era kuantum,” kata Sheetal Mehta, Head of Cybersecurity, NTT DATA, Inc. “Kemitraan kami dengan Fortanix menggabungkan kekuatan saling melengkapi untuk meminimalkan risiko di berbagai lingkungan kompleks, sekaligus membuka peluang inovasi AI dan kesiapan menghadapi era pasca-kuantum dengan crypto-agility.”
