ASIAWORLDVIEW – Bulan Kopi Internasional di Starbucks juga dirayakan dengan perhelatan Grand Final Starbucks Latte Art Championship (SLAC) 2025. Kompetisi internal tahunan yang menjadi ajang unjuk kemampuan barista dalam mengekspresikan kreativitas mereka melalui seni latte.
Kompetisi yang selalu dinantikan partner Starbucks setiap tahun ini sudah melalui tahap penyisihan yang diikuti oleh satu perwakilan partner dari setiap gerai Starbucks di Indonesia sejak bulan Mei 2025 hingga akhirnya terpilih sembilan finalis terbaik untuk berlaga di babak grand final di Jakarta.
Setelah melalui proses panjang, Fadhlan Gumilang dari Starbucks Mall Taman Anggrek Jakarta dinobatkan sebagai Juara Starbucks Latte Art Championship 2025, bersama Adhe Prastyo dari Starbucks Grand Wisata Bekasi sebagai Juara 2 dan Muhammad Fakhrizal dari Starbucks Reserve Lippo Mall Kemang Jakarta sebagai Juara 3. Selain menerima hadiah menarik seperti paket perjalanan, voucher MAP, hingga hadiah menarik lainnya, pemenang juga berkesempatan mewakili Indonesia di ajang Starbucks Asia-Pacific Latte Art Championship maupun kejuaraan nasional di Indonesia dan kejuaraan internasional lainnya untuk mewakili Starbucks Indonesia.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan, keluarga, semua mentor dan rekan barista yang telah mendukung dan membimbing saya hingga akhirnya bisa menjadi juara SLAC tahun ini. Saya berharap bisa terus membawa semangat Craft, Crave, and Connection dari Starbucks Indonesia ke panggung internasional maupun di panggung kompetisi yang lebih besar lagi ke depannya,” ujar Sang Juara Fadhlan Gumilang.
Baca Juga: Rayakan Bulan Kopi Internasional 2025, Starbucks Gelar Kelas Latte Art Terbesar di Indonesia
Sebelum akhirnya sampai ke babak grand final, kesembilan finalis sudah terlebih dahulu bertarung di tahap regional yang diikuti lebih dari 550 barista dari seluruh gerai Starbucks yang ada di Indonesia. Kesembilan finalis dengan bakat luar biasa ini adalah Fadhlan Gumilang (Starbucks Mall Taman Anggrek Jakarta), Ditho Apriansyah (Starbucks Reserve PIK Avenue Jakarta), Yehezkiel Zefanya (Starbucks Sogo Pakuwon Mall Surabaya), Adhe Dwi Prastyo (Starbucks Grand Wisata Bekasi), Gusti Ngurah Sukma Putra (Starbucks Ubud Lotus Bali), Muhammad Fakhrizal (Starbucks Reserve Lippo Mall Kemang Jakarta), Wahda Ayu Setianing Gusti (Starbucks Reserve Intercontinental Pondok Indah Jakarta), Abhito Tyagasa (Starbucks Drive-Thru Majapahit Semarang) dan Shandy Sarira (Starbucks Drive-Thru Ahmad Yani Batam).
Mirza Luqman Effendy, Head of Coffee & Partner Engagement, PT Sari Coffee Indonesia menyatakan, “Rasanya sangat bangga melihat barista-barista kami yang bersemangat dan sangat kompetitif untuk SLAC tahun ini. Banyak sekali pola latte art yang mereka ciptakan yang sangat menarik, sangat detail dan mengundang decak kagum bahkan sejak babak penyisihan berlangsung.”
“Craft adalah nilai penting yang hidup di setiap gerai Starbucks. Kami selalu berkomitmen untuk menumbuhkan potensi para barista agar mereka dapat menuangkan craft terbaik mereka di setiap cangkir. Kompetisi ini adalah bentuk nyata apresiasi terhadap semangat dan kreativitas mereka,” tambahnya.
