ASIAWORLDVIEW – Kontribusi ekonomi kreatif terhadap ekspor nasional Indonesia menunjukkan capaian yang luar biasa pada tahun 2024,. Nilai transaksi mencapai Rp400 triliun atau sekitar USD25 miliar. Angka ini mencerminkan lebih dari 9 persen dari total ekspor nasional, menandakan peran strategis sektor ekonomi kreatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing global.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari inovasi, digitalisasi, dan peningkatan kualitas produk kreatif lokal yang mampu menembus pasar internasional. Sektor seperti fesyen, kuliner, kriya, dan konten digital menjadi motor utama dalam ekspansi ekspor kreatif, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha kreatif di berbagai daerah untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.
“Nilai ekspor dari sektor ekonomi kreatif hingga akhir 2024 menyerap 26,5 juta pekerja, sebagian besar di antaranya adalah pemuda dan perempuan,” ujarnya dalam pernyataan pers, dikutip Asiaworldview.com, Sabtu (18/10/2025).
Sektor ekonomi kreatif, tambahnya, merupakan pendorong utama pertumbuhan ekspor nasional. Pada tahun 2025, kementeriannya menargetkan peningkatan ekspor menjadi USD26 miliar, naik USD1 miliar dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Kolaborasi Free Fire dan Kemenekraf Sambut FFWS 2025, Dorong Ekonomi Kreatif Nasional
“Investasi di sektor ekonomi kreatif terus tumbuh, mencapai Rp90 triliun atau USD5,4 miliar pada pertengahan 2025, atau sekitar 66 persen dari target tahunan,” ia menambahkan.
Ia menjelaskan subsektor dengan kontribusi tertinggi meliputi aplikasi, fashion, kuliner, dan kerajinan, diikuti oleh game, musik, dan film animasi, yang juga terus tumbuh.
“Pada semester pertama 2025, realisasi ekspor mencapai sekitar 50 persen dari target BPS (Badan Pusat Statistik). Tahun depan, kami menargetkan peningkatan menjadi US$28 miliar atau sekitar Rp450 triliun dalam nilai ekspor. Kami berharap nilai investasi meningkat untuk memperkuat kapasitas ekspor dan memperluas peluang pasar internasional,” kata menteri tersebut.
Menurutnya, selama tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran, sinergi lintas sektor dianggap penting dalam memperluas akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif di luar negeri. Sektor ini tidak hanya memberdayakan kelas menengah tetapi juga menciptakan peluang kerja inklusif yang beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren global.
